PONTIANAK INFORMASI – Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura (Untan) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SLB Dharma Asih Pontianak, Jumat (31/7).
Kegiatan ini bertujuan membangun komunikasi yang inklusif sekaligus melatih kemampuan motorik siswa Tunagrahita melalui aktivitas kreatif.
Mengusung tema “Pendampingan Komunikasi Inklusif Melalui Interaksi Kreatif antara Mahasiswa dan Anak Tunagrahita di SLB C Dharma Asih”, kegiatan diikuti 16 siswa tingkat SMP. Mereka didampingi sembilan mahasiswa, terdiri dari delapan mahasiswa Ilmu Komunikasi dan satu mahasiswa Administrasi Perkantoran.
Tim PKM terdiri dari Dr. Lina Sunyata, Dea Varanida, Pricilla Pascadeany Frelians, dan Agung Nugraha.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak membuat kerajinan sederhana seperti menggunting pola buah-buahan dan membuat origami. Mahasiswa mendampingi setiap siswa, mulai dari memberikan arahan, membantu saat praktik, hingga memberi pujian atas hasil karya mereka.
Dosen Ilmu Komunikasi Untan, Agung Nugraha, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan manfaat bagi siswa SLB, tetapi juga menjadi pengalaman belajar bagi mahasiswa untuk memahami komunikasi dengan anak tunagrahita.
“Tujuan kami adalah melibatkan mahasiswa Ilmu Komunikasi untuk berinteraksi langsung dengan siswa-siswa di sekolah luar biasa. Mereka bisa memahami bentuk interaksi dan tantangan saat berkomunikasi dengan anak-anak tunagrahita sehingga muncul wawasan baru tentang komunikasi inklusif,” katanya.
Sementara itu, dosen Ilmu Komunikasi Untan, Pricilla Pascadeany Frelians, menambahkan kegiatan ini memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Menurutnya, siswa-siswa yang terlibat mendapat kesempatan berinteraksi dengan orang-orang baru sehingga lebih percaya diri dalam berkomunikasi, sedangkan mahasiswa memperoleh pengalaman nyata menerapkan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah.
“Kami mengajak siswa membuat kerajinan sederhana untuk melatih motorik mereka. Selama kegiatan, mahasiswa mendampingi, memberikan arahan, instruksi, hingga pujian atas hasil karya anak-anak,” ujarnya.
Pricilla mengungkapkan, kegiatan PKM merupakan bentuk implementasi keilmuan dosen kepada masyarakat agar hasil pembelajaran dan penelitian tidak berhenti di ruang akademik.
“Harapannya, ilmu yang kami ajarkan di kelas dan hasil penelitian dapat diimplementasikan melalui kegiatan pengabdian sehingga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” katanya.
Kepala SLB Dharma Asih, Danang Isnawan menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai para siswa terlihat antusias dan senang dapat berinteraksi dengan mahasiswa.
“Saya lihat tadi anak-anak sangat senang. Harapan saya kegiatan seperti ini terus dilanjutkan ke depan. Kami sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin melakukan kegiatan bersama anak-anak di sini,” ujarnya.
Ia berharap semakin banyak perguruan tinggi maupun instansi lain yang mengadakan kegiatan serupa karena interaksi dengan masyarakat luar dinilai penting untuk meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan sosial siswa berkebutuhan khusus.
“Kalau anak-anak terus dikunjungi dan diajak beraktivitas bersama, mereka senang sekali. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini semakin sering dilakukan,” pungkasnya.
