PONTIANAK INFORMASI – Sebanyak 16 penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026).
Dampak tersebut terjadi setelah operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) ditutup sementara akibat kondisi yang berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Supadio Pontianak, Maya Damayanti, mengatakan penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta berdampak terhadap penerbangan dari dan menuju Jakarta serta penerbangan dengan rute terkoneksi.
“Informasi terkini yang kami dapatkan pagi ini, telah terbit NOTAM penutupan operasional Bandara Internasional Soekarno Hatta hingga pukul 13.30 WIB/14.30 WITA, sehingga hal ini berdampak pada penerbangan dari dan ke tujuan CGK dan penerbangan dengan rute terkoneksi. Hingga saat ini kami masih terus menunggu perkembangan situasi,” kata Maya.
Sebanyak sembilan penerbangan keberangkatan dari Supadio menuju Soekarno-Hatta dibatalkan, yakni ID6228, QG419, IP633, GA513, IU697, JT715, QG415, QG413, dan SJ185.
Sementara itu, tujuh penerbangan kedatangan dari Soekarno-Hatta menuju Supadio juga dibatalkan, yakni ID6229, QG416, IP632, GA512, QG414, QG412, dan SJ184.
Dengan demikian, total terdapat 16 penerbangan yang dibatalkan atau cancel, baik keberangkatan maupun kedatangan.
Untuk menangani penumpang terdampak, Bandara Internasional Supadio Pontianak menyiapkan sejumlah langkah pelayanan, di antaranya menambah kursi di ruang tunggu serta memberikan service recoveryberupa snack, minuman gratis, dan masker.
Maya mengimbau calon penumpang untuk memastikan kembali jadwal penerbangan melalui informasi resmi dari maskapai.
“Kami menyarankan para pengguna jasa untuk memastikan kembali jadwal penerbangannya melalui informasi yang disampaikan oleh maskapai. Jika sudah berada di Bandara Internasional Supadio Pontianak jangan ragu untuk menghubungi petugas dan mengikuti arahannya jika membutuhkan bantuan,” ujarnya.
“Kami berterima kasih atas pengertian seluruh pengguna jasa atas ketidaknyamanan yang terjadi selama kondisi ini berlangsung,” tutup Maya.
