PONTIANAK INFORMASI – Pekan Gawai Dayak (PGD) Kalimantan Barat ke-40 resmi dibuka di Rumah Radakng, Kota Pontianak, Rabu (20/5). Pembukaan dilakukan oleh Gubernur Kalbar Ria Norsan didampingi Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan.
Tahun ini, PGD mengangkat kekayaan tradisi dan budaya Dayak dari Kabupaten Ketapang sebagai tuan rumah perhelatan budaya tahunan tersebut.
Gubernur Kalbar, Ria Norsan menyatakan mendukung penuh pelaksanaan PGD karena dinilai tidak hanya melestarikan budaya Dayak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Insyaallah tahun depan kita sudah punya solusi soal pendanaan. Nanti akan kita diskusikan dengan panitia supaya ke depan pelaksanaan Gawai Dayak tidak lagi mengalami kekurangan biaya,” kata Norsan.
Ia menilai, kegiatan budaya seperti PGD memiliki efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama sektor kuliner dan usaha kecil yang ikut terlibat selama acara berlangsung.
“Selain melestarikan nilai budaya, multiefeknya juga terasa terhadap pertumbuhan ekonomi. Ada kuliner dan sektor lain yang ikut bergerak,” ujarnya.
Norsan juga berharap nilai persatuan dan keharmonisan antarmasyarakat di Kalbar terus dijaga melalui momentum budaya tersebut.
“Mudah-mudahan kelestarian budaya tetap kita pertahankan, kemudian persatuan dan kesatuan tetap kita kedepankan supaya Kalbar sebagai rumah besar kita tetap harmonis,” lanjutnya.
Sementara itu, Wagub Krisantus Kurniawan menambahakan Gawai Dayak menjadi momentum seluruh masyarakat Kalbar dari berbagai suku dan budaya untuk mempererat persatuan dan toleransi.
“Lewat Gawai Dayak ini, masyarakat Kalimantan Barat, suku apa pun dan budaya apa pun, bisa saling menyayangi, saling toleransi, dan menjaga rumah besar kita bersama,” katanya.
Krisantus juga mengingatkan agar pelaksanaan PGD tetap menjunjung aturan adat. Ia meminta panitia membatasi peredaran minuman dari luar area acara dan menerapkan sanksi adat bagi pihak yang membuat keributan.
“Kita adalah manusia beradat, maka kita harus tunduk dan patuh kepada hukum adat,” tegasnya.
Ia bahkan menilai PGD Kalbar sudah layak menjadi agenda wisata internasional karena menarik perhatian masyarakat luar negeri.
“Tentu tanpa kita sadari ini sebenarnya event internasional. Saya berharap Kementerian Pariwisata bisa menetapkan Gawai Dayak Kalbar sebagai kalender pariwisata internasional,” ujarnya.
PGD ke-40 Kalbar juga dihadiri sekitar 400 orang utusan komunitas sub suku Dayak dari Sarawak, Malaysia. Mereka tampak antusias mengikuti prosesi sakral pembukaan acara.
Rangkaian kegiatan PGD telah dimulai sejak 18 Mei 2026 dan akan berlangsung hingga 24 Mei 2026. Berbagai kegiatan budaya digelar, mulai dari stan kuliner dan budaya hingga perlombaan seperti bujang dara gawai, lagu Dayak, pangka’ gasing, melukis perisai, menumbuk padi dan menampik, menyumpit, hingga tangkap babi.
