PONTIANAK INFORMASI – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meminta PT Pertamina Patra Niaga segera menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ke Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, menyusul keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan pasokan BBM dalam beberapa waktu terakhir.
Permintaan itu disampaikan saat Ria Norsan menerima aspirasi perwakilan organisasi masyarakat di ruang kerjanya, Selasa (23/6). Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran perangkat daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, serta perwakilan PT Pertamina Patra Niaga Wilayah Kalimantan Barat.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan bahwa terbatasnya akses terhadap BBM bersubsidi telah mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas warga sehari-hari.
Menindaklanjuti aspirasi itu, Pemerintah Provinsi Kalbar melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) langsung berkoordinasi dengan Pertamina untuk mencari solusi agar kebutuhan masyarakat segera terpenuhi.
Ria Norsan mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi, Pertamina menyatakan siap kembali menyalurkan BBM bersubsidi ke Sungai Laur dalam waktu dekat.
“Permasalahan ini telah kami tindak lanjuti melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan bersama Dinas ESDM dengan berkoordinasi langsung kepada Pertamina. Alhamdulillah, Pertamina siap segera menyalurkan BBM bersubsidi. Insyaallah paling lambat hari Jumat sudah mulai disuplai, bahkan jika memungkinkan dapat dilakukan lebih cepat,” ujarnya.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk memastikan ketersediaan energi untuk menunjang aktivitas dan perekonomian daerah.
“Kami akan terus mendukung dan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Kalimantan Barat,” katanya.
Sementara itu, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Kalimantan Barat, Widhi Tri Adhi Hidayat, menjelaskan saat ini Kecamatan Sungai Laur hanya dilayani oleh satu SPBU yang belum dapat menyalurkan BBM bersubsidi secara penuh karena masih menjalani proses penyelidikan serta evaluasi operasional dan administrasi.
Meski demikian, Pertamina memutuskan mempercepat penyaluran BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar ke wilayah tersebut dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan arahan dari Gubernur Kalbar.
“Atas arahan Bapak Gubernur dan adanya diskresi yang diberikan untuk kepentingan masyarakat, kami akan segera menyalurkan BBM bersubsidi, baik Pertalite maupun Solar. Penyaluran ini akan tetap disertai pengawasan secara ketat dan aktif bersama tim satuan tugas yang telah dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat,” ujar Widhi.
