Sumber : PIFA/Stendy
PONTIANAKINFORMASI.CO.ID, KABUPATEN SINTANG – Ribuan anak dan remaja Katolik memadati Kompleks Persekolahan Panca Setya 2, Sungai Durian, Sintang, dalam perhelatan Jambore Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (SEKAMI) Keuskupan Sintang 2025. Kegiatan akbar yang berlangsung selama empat hari, dari 1 hingga 4 Juli 2025 ini, diikuti oleh 1.257 peserta berusia 9 hingga 14 tahun dari berbagai keuskupan di Kalimantan Barat.
Jambore tahun ini diikuti oleh tiga keuskupan besar, yaitu Keuskupan Sintang yang mencakup Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, dan Melawi dengan total 38 parokiserta Keuskupan Ketapang dan Keuskupan Agung Pontianak.
Kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta yang kemudian dilanjutkan dengan karnaval meriah pada pukul 14.00 WIB. Suasana penuh semangat dan sukacita langsung terasa sejak awal rangkaian acara. Puncak pembukaan berlangsung pada malam hari pukul 20.00 WIB dalam seremoni resmi yang dihadiri sejumlah tokoh penting.
Turut hadir dalam Opening Ceremony antara lain Bupati Kabupaten Sintang, Wakil Bupati Kabupaten Melawi, Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Wakil Ketua DPRD Sintang beserta rombongan, serta perwakilan Keraton Kerajaan Sintang, Istana Al Mukarrammah. Pihak undangan lainnya meliputi Uskup Keuskupan Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap, Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu, serta Direktur Nasional Karya Kepausan Indonesia, Pastor Alfonsus Widhiwiryawan Saferian.
Dalam sambutannya, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menekankan pentingnya kepedulian sebagai nilai yang harus ditanamkan sejak dini.
“Peduli dengan orang tidak selamanya harus pakai materi. Kita menyapa juga itu sebuah kepedulian, kalau liat orang sakit cukup kita nanya ‘udah gimana? Udah ada perubahan?’. Bagi kita emang sepatah kalimat itu tidak seberapa, tapi bagi orang yang disapa saya yakin kalimat itu sangat berarti,” ujar Bupati.
Sementara itu, Uskup Keuskupan Sintang, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap, dalam sambutannya mengajak para peserta untuk menjadikan jambore ini sebagai momen memperkuat iman, semangat misioner, dan persaudaraan.
Sebagai tanda dimulainya kegiatan secara resmi, dilakukan prosesi pemukulan gong sebanyak tujuh kali, yang disambut riuh tepuk tangan dari peserta dan tamu undangan.
Jambore SEKAMI menjadi salah satu program pembinaan iman dan karakter anak-anak Katolik sejak dini. Selain menjadi ajang perjumpaan dan persaudaraan, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan nilai-nilai kepedulian, kerja sama, serta semangat pengabdian kepada sesama.
Dengan pendekatan kegiatan yang menyenangkan dan bermakna, diharapkan anak-anak semakin mencintai Gereja dan terlibat aktif dalam kehidupan iman mereka sehari-hari.
Selama empat hari ke depan, peserta akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan seperti misa bersama, sesi materi, permainan rohani, dan kegiatan pembinaan lainnya yang dirancang untuk membentuk pribadi yang beriman, peduli, dan siap diutus menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.
