PONTIANAK INFORMASI – Masjid Ismuhu Yahya di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, kembali menggelar program penyaluran hewan kurban berskala besar pada Iduladha 1447 Hijriah tahun 2026. Tahun ini, total sebanyak 1.715 ekor hewan kurban disalurkan mulai dari tingkat lokal, nasional hingga global.
Ketua Panitia Kurban Bahagia Masjid Ismuhu Yahya, Zubair Rasyid atau akrab disapa Bang Acid (28), mengatakan jumlah hewan kurban tahun ini meningkat hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun lalu total sekitar 800 ekor, sedangkan tahun ini meningkat menjadi 1.715 ekor sapi dan kambing,” ujarnya.
Untuk tingkat lokal di Kalimantan Barat, pihaknya melakukan penyembelihan sebanyak 24 ekor sapi dan 20 ekor kambing yang dipusatkan di Masjid Ismuhu Yahya, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (28/5/2026).
Selain itu, puluhan kambing lainnya juga didistribusikan ke sejumlah pondok pesantren di Kalbar.
“Sekitar 50 ekor kambing kita distribusikan ke pondok-pondok,” katanya.
Sementara untuk tingkat nasional, sekitar 1.600 ekor kambing disalurkan ke 27 titik kota dan kabupaten di Indonesia. Penyaluran menyasar guru ngaji, wilayah rawan akidah hingga kampung-kampung terpencil yang minim akses pembinaan keagamaan.
“Kita menyasar daerah yang jarang tersentuh tokoh agama seperti di wilayah Gunung Kidul dan beberapa daerah terpencil lainnya di luar Provinsi Kalbar,” jelasnya.
Tak hanya di dalam negeri, Masjid Ismuhu Yahya juga menyalurkan hewan kurban ke luar negeri. Tahun ini, penyaluran dilakukan ke Palestina, Sudan dan Kenya.
Untuk wilayah Afrika, hewan kurban yang disalurkan terdiri dari 20 ekor sapi dan 9 ekor kambing yang tersebar di Sudan dan Kenya. Sedangkan di Palestina disalurkan 5 ekor sapi dan 14 ekor kambing.
“Insya Allah seluruh penyaluran dilakukan melalui mitra-mitra yang memang sudah terbiasa menyalurkan hewan kurban,” ungkapnya.
Zubair menjelaskan, penyaluran kurban dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak agar tepat sasaran. Untuk tingkat lokal, pihaknya berkoordinasi langsung dengan kepala desa yang memiliki data penerima manfaat hingga tingkat RT dan RW.
Sedangkan untuk tingkat nasional dan global, Masjid Ismuhu Yahya bekerja sama dengan vendor yang tidak hanya menyediakan hewan kurban, tetapi juga memiliki jaringan distribusi dan data penerima manfaat yang lengkap.
“Mereka juga memberikan dokumentasi lengkap berupa laporan dan video, sehingga para donatur percaya. Bahkan untuk global juga demikian, mulai dari pembelian hingga penyaluran dilakukan oleh vendor yang sudah biasa ekspansi ke luar negeri,” katanya.
Menurutnya, meskipun berada di Pontianak, Masjid Ismuhu Yahya tetap mampu menyalurkan manfaat kurban hingga tingkat global.
Selain program kurban, Zubair menyebut Baitul Mal Ismuhu Yahya yang dibangun sejak tahun 2020 kini memiliki lebih dari 200 ribu donatur yang mayoritas berasal dari Jabodetabek.
“Sekitar 80 persen donatur berasal dari Jabodetabek, sehingga banyak penyaluran kurban juga dilakukan di Pulau Jawa,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Masjid Ismuhu Yahya terus menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar yang mayoritas nonmuslim.
“Di lingkungan masjid ini hampir 90 persen penduduknya Tionghoa. Dari awal kami membangun hubungan dengan asas kekeluargaan dan menjunjung toleransi,” katanya.
Menurutnya, pembagian hewan kurban juga menjadi salah satu bentuk mempererat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama.
“Kita meyakini Masjid Ismuhu Yahya di Kubu Raya ini menjadi sumber keberkahan. Maka semua orang di bumi ini bisa mendapatkan keberkahan dari tempat ini tanpa memandang agama,” tutupnya.
