PONTIANAK INFORMASI – Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek, suasana Vihara Hiang Thian Siang, Desa Kakap, Kabupaten Kubu Raya, tampak semakin semarak. Sebuah lampion raksasa setinggi 4 meter 60 sentimeter dengan diameter 78 sentimeter tengah disiapkan untuk menghiasi vihara.
Salah seorang pengurus Vihara Tri Dharma Hiang Thian Siang, Lim Hie Thian, mengatakan lampion berukuran jumbo itu tidak sekadar hiasan, melainkan simbol semangat kebersamaan sekaligus upaya melestarikan tradisi budaya Tionghoa.
“lampion berukuran besar ini menjadi simbol semangat kebersamaan dan pelestarian tradisi budaya Tionghoa dengan berukuran yang dibuat memang besar,” katanya, Rabu (4/2/26).
Lim Hie Thian menyebutkan , pembuatan lampion tidak dilakukan secara instan karena harus melalui beberapa tahap persiapan bahan. Rangka utama dibuat dari bambu dan rotan yang dipilih lalu diproses lebih dulu agar kuat dan tahan saat dipasang.
“Kita siapkan bambunya, rotannya, dipoles dulu, dibersihkan, supaya lampionnya kokoh,” kata Lim.
Tahun ini panitia memutuskan menggunakan seluruh bahan kain baru agar warna lampion tampak lebih cerah. Bahan lama tidak digunakan lagi karena dinilai sudah kusam setelah terpapar hujan dan cuaca terbuka.
Kehadiran lampion raksasa ini nantinya tidak hanya memperindah area vihara, tetapi juga menjadi daya tarik visual bagi masyarakat sekitar. Lampion tersebut diharapkan menjadi simbol harapan, kebersamaan, serta sukacita dalam perayaan keagamaan di Kakap.
