Enzo Fernandez. reuters
Enzo Fernandez. reuters
Jakarta – Gelandang Timnas Argentina, Enzo Fernandez, menegaskan komitmennya untuk terus memberikan yang terbaik bagi negaranya meski harus menelan kekecewaan usai kalah di final Piala Dunia 2026.
Enzo menyebut mengenakan seragam Tim Tango merupakan kebanggaan terbesar dalam kariernya. Karena itu, ia berjanji akan terus berjuang setiap kali mendapat kesempatan membela Argentina.
“Menjadi bagian dari tim ini yang selalu berdiri tegak, berusaha berkompetisi di level tertinggi, dan selalu mempertahankan warna biru-putih dengan rasa bangga, rendah hati, dan komitmen,” tulis Enzo.
Gelandang Chelsea itu menegaskan semangatnya untuk membela Argentina tidak akan berubah meski timnya gagal mempertahankan gelar juara dunia.
“Mengenakan jersey negara saya adalah kebanggaan terbesar dalam karier saya dan saya akan terus memberikan segalanya setiap kali saya mendapat kesempatan melakukan itu,” lanjutnya.
Enzo juga mengajak para pendukung Argentina untuk melihat perjuangan tim secara lebih luas, bukan hanya dari hasil akhir pertandingan.
“Seiring waktu berlalu, kalian akan mengerti bahwa ada sesuatu yang jauh lebih besar dibandingkan hasil,” ujarnya.
Menurut pemain berusia 25 tahun tersebut, Timnas Argentina selama bertahun-tahun telah menunjukkan arti sesungguhnya dari semangat kompetisi.
“Tim ini telah mewakili negara dengan cara terbaik selama bertahun-tahun. Kami belajar bahwa berkompetisi bukan hanya soal menang, tetapi juga memberikan segalanya untuk jersey ini dan tidak pernah menyerah,” katanya.
Argentina harus puas menjadi runner-up Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-1 dari Spanyol pada partai final. Gol tunggal Ferran Torres memastikan gelar juara jatuh ke tangan La Furia Roja.
Kekalahan tersebut membuat Argentina gagal meraih gelar Piala Dunia keempat sepanjang sejarah. Hasil itu juga memperpanjang kutukan juara bertahan yang belum mampu mempertahankan trofi sejak Brasil melakukannya pada edisi 1962, dengan tren tersebut terus berlanjut sejak Piala Dunia 1966.
