News

Syarif Amin Dukung Gubernur Marahi Perusahaan Sawit yang Tak Berkontribusi Untuk Masyarakat Kalbar

Syarif Amin Muhammad Wakil Ketua DPRD Kalbar 2019-2024, Foto: Dok. DPRD Kalbar

Berita Kalbar, PONTIANAK INFORMASI – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar Syarif Amin Muhammad mendukung langkah Gubernur memarahi perusahaan yang tidak berkontribusi untuk Kalbar.

Terlebih ketika Kalbar sedang dilanda bencana seperti banjir yang menerjang sejumlah Kabupaten dibagian timur Kalbar.

“Kita apresiasi Pak Gubernur yang telah memanggil sejumlah perusahaan, marah dan kemudian mengusir karena tidak bisa membantu saat Kalbar terjadi bencana,” ujarnya, Selasa (23/11/2021).

“Kita juga mengapresiasi pihak Pemprov Kalbar telah dapat menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir walaupun masih pandemi covid dan anggaran yang terbatas,” tambahnya.

Hal ini, menurutnya karena perusahaan ada CSR yang bisa dimaksimalkan, belum lagi telah mendapat keuntungan hasil mengeruk potensi-potensi daerah.

“Mestinya perusahaan memperhatikan daerah, jangan hanya mengambil keuntungan, harus diperhatikan daerah dan lingkungan, bisa melalui CSR misalnya,” tuturnya.

“Kita juga kecewa pihak perusahaan mengurus orang saat rapat bukan orang pengambil kebijakan, kan tidak bisa membuat keputusan, dan ini biasa terjadi, begitu juga saat kita undang di DPRD, pasti diwakilkan ke orang yang tidak bisa mengambil kebijakan,” tambahnya.

Untuk itu, ia pun menegaskan mendukung penuh sikap dari Gubernur Sutarmidji tersebut.

“Saya dukung Pak Gubernur marahi mereka, agar mereka tahu kondisi didaerah. Apalagi bencana alam yang terjadi dampak dari perusahaan yang ada,” tegasnya.

Sy Amin mengaku kesal dengan perusahaan sawit yang tak berkontribusi yang tidak berkontribusi untuk masyarakat Kalbar.

“Untuk apa kita pertahankan mereka disini saya kesal secara pribadi, mereka dikumpulkan diundang untuk rapat mengatinsipasi masalah-masalah dimasyarakat yang sedang tertimpa musibah banjir,” kesalnya.

Lanjut dirinya menjelaskan, harusnya perusahaan simbiosis mutualisme mereka boleh mengambil keuntungan di Daerah Kalbar, tetapi mereka jangan merugikan masyarakat Daerah Kalbar.

“Silahkan usaha di Kalbar, jangan hanya membuang limbahnya ke Kalbar. Saat kita ada masalah mereka malah lepas tangan itu,” jelasnya.