PONTIANAK INFORMASI – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengaku terkesan dengan kondisi dan perkembangan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Barat yang dinilainya semakin representatif sebagai pusat pengembangan aparatur.
Hal itu disampaikannya usai meninjau langsung fasilitas BPSDM Kalbar, pada Senin (13/4/26). Ia menyebut, dari sejumlah kantor yang pernah dikunjunginya di lingkungan Pemerintah Provinsi, BPSDM menjadi salah satu yang paling mencerminkan fungsi dan perannya.
“Saya terus terang terkesan. Dari banyak kantor yang saya datangi, ini yang paling sesuai dengan namanya. BPSDM itu tercermin dari sarana dan prasarana di dalamnya,” ujarnya.
Menurut Krisantus, lingkungan kerja yang baik menjadi faktor penting dalam mendukung kualitas sumber daya manusia. Ia menilai kondisi fisik gedung yang rapi dan nyaman akan berpengaruh terhadap hasil pengembangan kompetensi aparatur.
“Kalau gedung tidak rapi, tempat tidak nyaman, maka yang dikembangkan juga tidak akan maksimal. Tapi di sini saya lihat tidak kumuh, justru indah dan tertata,” katanya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Kepala BPSDM Kalbar, Windy Prihastari, yang dinilai telah membawa perubahan signifikan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Bu Windy yang telah memberikan warna baru bagi BPSDM Kalbar. Banyak terobosan yang sudah dilakukan,” ucapnya.
Lebih jauh, Krisantus menegaskan bahwa BPSDM Kalbar ke depan harus mampu menjadi pusat pelatihan berskala nasional, termasuk sebagai penyelenggara Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II.
“Target itu harus diwujudkan. Saya melihat potensinya sudah ada, tinggal kita sempurnakan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga membuka kegiatan pelatihan CPNS Golongan III Angkatan I dan II. Ia berpesan agar para peserta mengikuti proses pembelajaran dengan disiplin dan kesungguhan.
“Pesan saya, disiplin dan jalani dengan sungguh-sungguh. Ini seperti simbiosis mutualisme, saling menguatkan antara lembaga dan peserta,” ujarnya.
Krisantus juga menyinggung peran BPSDM dalam konteks Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menegaskan bahwa BPSDM bukan semata-mata lembaga pencari PAD, melainkan bagian dari sistem besar pemerintahan yang saling terhubung.
“Jangan hanya melihat angka. Kadang masyarakat melihat angka lalu berpikir negatif. Padahal ini dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM agar mampu bekerja optimal,” jelasnya.
Menurutnya, seluruh perangkat daerah di Kalbar memiliki keterkaitan erat. Jika salah satu tidak berfungsi optimal, maka akan berdampak pada sistem secara keseluruhan.
“Ini harus kita kuatkan. Semua menjadi satu tim besar yang nanti menghasilkan aparatur yang tangguh dalam pelayanan dan pembangunan,” tambahnya.
Ia juga menilai fasilitas yang dimiliki BPSDM Kalbar saat ini sudah cukup memadai, hanya perlu penyempurnaan di beberapa bagian.
“Gedung ini luas, fasilitas sudah cukup. Tinggal penyempurnaan saja, seperti perbaikan yang diperlukan dan memastikan air serta fasilitas pendukung lainnya berjalan lancar,” katanya.
Krisantus optimistis BPSDM Kalbar siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan PKN II tingkat nasional.
“Kalbar sudah siap. Sarana dan prasarana sudah ada, tinggal kita maksimalkan,” tegasnya.
