PONTIANAK INFORMASI – Pemerintah Kota Pontianak mengajak masyarakat dan para pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar, lengkap, dan jujur.
Ajakan itu disampaikan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, saat menghadiri kegiatan zumba massal dalam agenda Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di kawasan Car Free Day Ayani Megamall, Minggu (21/6).
Menurut Edi, Sensus Ekonomi yang diselenggarakan setiap 10 tahun oleh Badan Pusat Statistik tersebut memiliki peran penting dalam menghasilkan data ekonomi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
“Sensus Ekonomi 2026 ini banyak manfaatnya untuk kita mendapatkan data yang paling akurat untuk mendukung pembangunan,” kata Edi.
Ia menjelaskan, sebagai kota yang bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa, Pontianak membutuhkan data ekonomi yang valid agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.
Data tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam mengembangkan UMKM, meningkatkan investasi, membuka lapangan pekerjaan, hingga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Bagi Kota Pontianak yang dikenal sebagai kota perdagangan dan jasa, data ekonomi yang akurat sangat diperlukan untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya.
Edi menegaskan, Pemerintah Kota Pontianak mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ia juga menginformasikan bahwa petugas sensus akan mendatangi masyarakat secara langsung dari rumah ke rumah mulai Juni hingga Agustus 2026.
Petugas yang bertugas nantinya akan menggunakan rompi resmi BPS dan dilengkapi kartu identitas sebagai tanda pengenal.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak ragu menerima kehadiran petugas serta memberikan informasi yang dibutuhkan.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menerima petugas dengan baik serta memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur,” katanya.
Ia juga memastikan seluruh data yang diberikan masyarakat akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik, bukan untuk keperluan lain.
“Perlu saya tegaskan bahwa seluruh data yang diberikan akan dijaga kerahasiaannya. Jadi masyarakat tidak perlu takut. Data ini hanya untuk kepentingan statistik,” jelasnya.
Menurut Edi, kualitas data yang diperoleh akan sangat menentukan kualitas kebijakan pemerintah. Jika data yang diberikan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, maka program pembangunan berpotensi tidak tepat sasaran.
Sebaliknya, data yang akurat akan membantu pemerintah memahami kondisi ekonomi masyarakat dan pelaku usaha secara menyeluruh.
“Mari kita jadikan Sensus Ekonomi 2026 sebagai momentum untuk menghadirkan data yang berkualitas demi mewujudkan pembangunan Kota Pontianak yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Edi juga menyampaikan komitmen Pemkot Pontianak untuk terus melanjutkan sejumlah program pembangunan meski di tengah keterbatasan anggaran.
Program yang akan diprioritaskan antara lain pembangunan trotoar, waterfront, drainase, perluasan ruang terbuka hijau, serta penyediaan ruang bagi pelaku UMKM.
“Kami akan terus melanjutkan pembangunan trotoar, waterfront, tidak hanya di selatan dan tengah kota, tetapi juga timur dan utara. Kita juga akan memperluas ruang terbuka hijau dan memberi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan ekonomi,” tuturnya.
Edi berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat demi mewujudkan Pontianak yang semakin nyaman dan membahagiakan.
“Mari bersama-sama berkolaborasi dan bersinergi membangun kota ini menjadi kota yang semakin nyaman dan semakin bisa memberikan kebahagiaan untuk kita semua,” pungkasnya.
