PONTIANAK INFORMASI – Sebanyak 403 jemaah haji asal Kota Pontianak yang tergabung dalam Kloter BTH 15 tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, Rabu (17/6). Suasana haru menyelimuti proses penyambutan yang diwarnai pelukan hangat dan tangis bahagia setelah para jemaah menyelesaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Rombongan tiba di Asrama Haji Batam sekitar pukul 16.29 WIB dan disambut langsung oleh Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan. Sehari sebelumnya, Selasa (16/6), sebanyak 132 jemaah asal Pontianak yang tiba lebih dulu disambut oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak, Amirullah.
Setelah mengikuti rangkaian penyambutan di Asrama Haji Batam, para jemaah akan dipulangkan secara bertahap menuju Pontianak untuk berkumpul kembali bersama keluarga.
Dari total 1.509 jemaah haji asal Kota Pontianak tahun ini, tercatat satu orang meninggal dunia di Tanah Suci dan dua orang lainnya meninggal dunia di Batam.
Bahasan menyampaikan duka cita kepada keluarga jemaah yang meninggal dunia selama menjalankan ibadah haji.
“Kami mendoakan agar amal ibadah para jemaah yang telah wafat diterima Allah SWT dan memperoleh predikat haji mabrur. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Bahasan.
Ia juga bersyukur seluruh jemaah yang tiba pada hari itu dalam kondisi sehat.
“Alhamdulillah, jemaah yang datang hari ini sehat semua. Mereka tiba dengan selamat dan mudah-mudahan terus diberikan kesehatan hingga kembali ke Kota Pontianak,” katanya.
Bahasan berharap para jemaah yang telah menyelesaikan ibadah haji dapat menjadi haji yang mabrur dan membawa nilai-nilai kebaikan bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.
Menurutnya, proses kepulangan jemaah haji asal Pontianak akan berlangsung secara bertahap hingga Jumat mendatang.
Sementara itu, Sekda Kota Pontianak Amirullah memastikan seluruh proses kedatangan jemaah berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kedatangan jemaah haji berjalan dengan lancar. Memang ada beberapa jemaah yang tercatat dalam kondisi sakit, namun semuanya telah ditangani oleh petugas sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya.
Amirullah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang terlibat, mulai dari Pemerintah Kota Pontianak, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat hingga Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sebagai tuan rumah Embarkasi Batam.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas yang telah melaksanakan tugas dengan baik. Berdasarkan pemantauan kami, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar sehingga para jemaah dapat kembali ke daerah asal dengan aman dan nyaman,” katanya.
Di sisi lain, Ketua Rombongan Kloter BTH 15, H Muhammad Habibi Sarabiti, menilai penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 semakin tertata dan memberikan kenyamanan bagi para jemaah.
Menurut Habibi, pelayanan yang diberikan sejak keberangkatan hingga kepulangan berjalan baik dan didukung sistem yang semakin terintegrasi.
“Alhamdulillah, sejak berangkat dari tanah air hingga kembali lagi, kami merasakan pelayanan yang sangat baik. Pemeriksaan dilakukan secara berulang dan semuanya sudah berbasis sistem. Tidak ada kekhawatiran terkait tenda, tempat tidur maupun konsumsi karena seluruh data jemaah sudah terdeteksi dengan baik,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi kinerja petugas kesehatan yang mendampingi para jemaah selama berada di Tanah Suci.
“Para dokter dan seluruh petugas kesehatan telah memberikan pelayanan yang luar biasa. Mereka sangat sigap membantu jemaah sehingga kondisi kesehatan para jemaah dapat terjaga dengan baik,” ujarnya.
Meski demikian, Habibi mengakui cuaca ekstrem di Makkah dan Madinah menjadi tantangan tersendiri bagi para jemaah. Suhu yang tinggi menyebabkan sebagian jemaah mengalami gangguan kesehatan ringan seperti batuk dan pilek.
“Cuaca di sana memang sangat panas. Namun Alhamdulillah semuanya dapat terkondisikan dengan baik. Walaupun ada jemaah yang mengalami batuk dan pilek, secara umum seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar,” tuturnya.
Bagi Habibi, pelaksanaan ibadah haji juga memberikan pelajaran penting tentang arti kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.
“Hidup tidak bisa dijalani sendiri. Ketika kita membantu sesama hamba Allah, pertolongan juga akan datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Itu menjadi pelajaran yang sangat berkesan bagi saya selama berhaji,” pungkasnya.
