(Foto : Dok. DPP PDIP)
PONTIANAK INFORMASI, Politik – Dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 tahun 2025 di Istana Negara, absennya Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjadi perhatian publik. Di tengah kehadiran mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo di Istana Negara, Megawati memilih merayakan hari bersejarah tersebut di Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan bersama kader dan masyarakat sekitar.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebutkan bahwa keputusan Megawati untuk tidak hadir di Istana Negara bukanlah hal baru. Menurutnya, sejak tahun lalu Megawati telah membangun tradisi merayakan kemerdekaan di sekolah partai. “Sejak tahun lalu, Ibu Megawati sudah merayakan di sekolah partai ini,” ujar Hasto Kristiyanto. Tradisi tersebut dianggap sebagai upaya menjaga semangat perjuangan dan kedekatan dengan para kader maupun simpatisan partai.
Megawati sendiri diketahui telah menerima undangan untuk hadir di Istana pada peringatan HUT RI ke-80. Namun, jadwalnya yang sudah terikat untuk menjadi inspektur upacara di sekolah partai, membuatnya tidak bisa memenuhi undangan resmi dari Istana. “Bu Mega upacara di DPP PDIP Lenteng Agung,” tegas Puan Maharani, Ketua DPR RI yang juga putri Megawati, serta membantah anggapan adanya alasan politis di balik absennya sang ibu.
Kehadiran Megawati di sekolah partai PDIP bukan sekadar simbolis. Ia turut memimpin langsung jalannya upacara dan berinteraksi dengan kader partai, mempertegas komitmen terhadap pembangunan tradisi politik partai di tengah bangsa. Hasto menambahkan, tradisi itu merupakan ciri khas yang dibangun oleh PDI Perjuangan sejak lama, dengan tujuan memperkuat pengaruh dan semangat partai di akar rumput.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga memberikan penjelasan soal absennya Megawati di Istana. Prasetyo menyatakan, “Berhalangan hadir untuk mengikuti upacara di DPP PDIP,” mengonfirmasi bahwa absennya Megawati tidak berkaitan dengan persoalan politik atau hubungan dengan Presiden Prabowo Subianto, melainkan agenda rutin partai yang telah dijadwalkan sebelumnya.
Politikus PDIP Guntur Romli memastikan bahwa hubungan Megawati dengan Presiden Prabowo Subianto sangat baik dan keputusan absennya Megawati sama sekali bukan sinyal keretakan atau ketidakharmonisan. “Hubungan Ibu Megawati dengan Presiden Prabowo sangat baik, ibarat adik-kakak, hubungan PDI Perjuangan dengan pemerintahan juga baik,” ujar Guntur Romli seperti dikutip Metrotvnews.
