Joko Widodo (Foto : Sekretariat Presiden)
PONTIANAK INFORMASI, Politik – Pernyataan kontroversial kembali mencuat di ranah politik nasional setelah salah satu kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) telah memenuhi syarat menjadi seorang nabi. Pernyataan ini diunggah Dedy melalui akun X pribadinya dan langsung memicu kehebohan serta perdebatan luas di masyarakat dan media sosial.
Dalam unggahannya, Dedy menilai Jokowi memiliki sifat-sifat yang menurutnya layak disematkan pada sosok seorang nabi. Ia menyatakan bahwa Jokowi, dengan kedekatannya pada rakyat dan senyuman yang selalu lebar, sudah memenuhi syarat menjadi nabi. Namun, Dedy juga menambahkan bahwa Jokowi tampaknya lebih menikmati menjadi manusia biasa setelah selesai menjalankan tugas kenegaraan.
Pernyataan tersebut segera menuai kritik dari berbagai pihak. Ferdinand Hutahaean, politikus PDI Perjuangan, menilai pernyataan Dedy sangat berlebihan dan tidak masuk akal sehat. Ia menuding kecintaan berlebihan terhadap Jokowi membuat penilaian Dedy menjadi tidak rasional. Selain itu, pegiat media sosial Jhon Sitorus juga mempertanyakan pernyataan tersebut dan meminta agar Dedy berhati-hati dalam berbicara mengenai figur nabi, mengingat sensitivitas isu tersebut di tengah masyarakat.
Jokowi sendiri akhirnya angkat bicara menanggapi polemik ini. Saat ditemui di kediamannya di Solo, Jokowi menegaskan bahwa nabi terakhir adalah Muhammad SAW dan meminta semua pihak untuk berpikir secara rasional dalam menanggapi isu semacam ini. Ia juga tampak risih dengan penyamaan dirinya dengan nabi dan menekankan pentingnya rasionalitas dalam berpendapat.
Setelah menuai kecaman dan mendapat teguran dari internal PSI, Dedy Nur Palakka akhirnya meminta maaf atas pernyataannya yang viral tersebut.
