Foto: TribunNews
PONTIANAK INFORMASI, Politik – Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menunjukkan momen emosional saat berpidato dalam seminar peringatan 70 tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Blitar, Jawa Timur, Sabtu (1/11/2025). Dalam pidato yang penuh semangat itu, Megawati beberapa kali memukul meja sebagai tanda tegas dan dorongan kuat terhadap pesan yang disampaikannya.
Megawati menyindir keberadaan buzzer yang dianggap berdampak negatif terhadap penyebaran informasi di Indonesia. Ia mengatakan, “Saya sudah minta sama Kominfo betulkan itu kurang apa saya ha? Tapi gak dibetulin pake buzzer-buzzer. Buzzer iku sopo bisanya cuma terima duit saja.” Pernyataan ini disampaikan dengan penuh nada kritik kepada kondisi saat ini mengenai penyebaran informasi yang tidak sehat.
Selain itu, Megawati juga menyinggung soal penjilat yang menurutnya sudah ada sejak era Presiden Soekarno, ayahnya sendiri. “Orang sekarang banyak penjilat,” ucap Megawati, menambah kesan keras dari pidatonya, yang semakin ditekankan dengan pukulan-pukulan meja berulang kali untuk memperkuat pesan tersebut.
Dalam pidatonya, Megawati juga menekankan pentingnya mengenang semangat Konferensi Asia-Afrika bukan hanya sebagai momen sejarah, tetapi sebagai landasan untuk membangun peradaban dunia yang lebih adil dan beradab. Ia menegaskan, “Ini bukan hanya sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga untuk memperkuat kembali semangat peradaban yang diisyaratkan oleh para proklamator kemerdekaan”.
Momen pukulan meja tersebut memperlihatkan betapa seriusnya Megawati dalam menyampaikan pesan tentang semangat perjuangan serta kritik terhadap kondisi sosial-politik saat ini. Ia menyerukan agar generasi sekarang dan masa depan tetap menjaga nilai-nilai perjuangan para pendahulu dalam menghadapi tantangan zaman.
Peringatan 70 tahun KAA yang diselenggarakan di Blitar menjadi panggung bagi Megawati untuk menegaskan kembali pentingnya solidaritas Asia-Afrika dan membangun tatanan dunia baru yang berlandaskan keadilan, kemanusiaan, dan kesetaraan. Dalam situasi penuh emosi, Megawati sempat meneteskan air mata saat mengenang perjuangan Bung Karno dan menyerukan semangat tersebut agar terus hidup di tengah masyarakat.
Peristiwa pukulan meja saat pidato Megawati ini menjadi sorotan publik dan viral di media sosial, menandai momen yang kuat dalam peringatan bersejarah tersebut, mencerminkan semangat perjuangan yang tidak mudah padam bagi bangsa Indonesia maupun negara-negara Asia-Afrika.
