Foto: Tangkapan Layar Youtube Partai Solidaritas Indonesia
PONTIANAK INFORMASI, Politik – Puluhan pengurus dari 13 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang secara kompak mengundurkan diri dari jabatan struktural mereka pada Minggu malam, 22 Februari 2026. Aksi ini dilakukan dengan mengembalikan aset partai seperti papan nama DPC ke kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kota Semarang di Jalan Jagalan, Kecamatan Semarang Tengah.
Ketua DPC PSI Semarang Utara, Hanif Nafilah Rozaq, menyatakan, “Malam ini resmi kami mengundurkan diri dari struktural DPC PSI Kota Semarang dengan mengembalikan aset-aset DPC ke DPD berupa pelang DPC.” Pengunduran diri ini melibatkan puluhan kader dari 13 DPC, meskipun mereka menegaskan tetap menjadi kader biasa PSI tanpa meninggalkan partai sepenuhnya.
Hanif menambahkan, “Kami sepakat mulai malam ini menjadi kader PSI biasa. (Berapa yang mengundurkan?) Kami ada 13 DPC dan pengurus-pengurusnya.” Para pengurus menggelar aksi simbolis dengan menyalakan lilin di depan sekretariat DPD sambil berorasi menyampaikan kekecewaan mereka.
Pemicu utama pengunduran diri adalah ketidakpuasan terhadap penunjukan pelaksana tugas (PLT) Ketua DPD PSI Kota Semarang, Bangkit Mahanantiyo, yang dinilai tidak memiliki dasar kuat dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) maupun Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Selain itu, Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPD yang baru menetapkan Melly Pangestu sebagai sekretaris dianggap bertentangan dengan kesepakatan awal yang pernah dikomunikasikan ke DPC.
Hanif Nafilah Rozaq menjelaskan, “Plt ketua kami tanpa sebab dan alasan yang kuat. Suara kami sudah tidak lagi didengar, maka percuma kalau kami bertahan.” Mantan Ketua DPC PSI Semarang Tengah, Teguh Pambudi, juga mengkritik DPW karena gagal menjembatani aspirasi DPC ke DPP, dengan pernyataan “Harusnya DPW bisa menjembatani kita ke DPP. Tapi kenyataannya apa? Malah DPW nggak bisa menjadi jembatan.”
Upaya dialog telah dilakukan, termasuk komunikasi langsung ke DPP melalui WhatsApp dan Instagram Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, namun tidak mendapat tanggapan memadai. Sebelumnya, pada 11 Januari 2026, 13 DPC telah menyuarakan protes di Hotel Triizz terhadap SK yang berubah susunannya.
