Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI), Eddy Soeparno, merespons keputusan SMAN 1 Pontianak yang menolak ikut serta dalam final ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat 2026.
Eddy mengatakan pihaknya menghormati sikap sekolah tersebut, namun MPR masih menunggu surat resmi sebagai dasar tindak lanjut keputusan.
“Kami selaku penyelenggara dari LCC, menunggu dari SMAN 1 untuk bisa mengirimkan (surat) kepada MPR secara resmi,” ujar Eddy, Jumat (15/5).
Ia menambahkan, setelah surat resmi diterima, MPR akan menggelar rapat untuk menentukan keputusan lanjutan, termasuk kemungkinan mengakomodasi permintaan dari pihak sekolah.
Sebelumnya, SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan ikut dalam pelaksanaan ulang final LCC 4 Pilar jika digelar kembali, namun tetap menghormati hasil lomba yang menetapkan mereka sebagai juara 2 dan mendukung SMAN 1 Sambas sebagai wakil Kalimantan Barat di tingkat nasional.
Dalam pertemuan di Gedung MPR, SMAN 1 Pontianak juga disebut telah menyampaikan sikap legowo dan menerima hasil penilaian yang telah ditetapkan, meski sebelumnya terjadi polemik terkait penjurian yang viral di media sosial.
Eddy menilai sikap tersebut menunjukkan semangat positif dalam menjunjung nilai kebangsaan, meski tetap diperlukan klarifikasi administratif untuk menutup polemik secara resmi.
Di sisi lain, MPR juga masih menunggu hasil evaluasi dari Sekretariat Jenderal MPR terkait polemik penjurian yang sebelumnya menjadi sorotan publik, termasuk kemungkinan sanksi terhadap juri yang terlibat.
