Foto: Presidenri.go.id
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa para pendiri bangsa Indonesia pernah merasakan perlakuan sangat tidak adil pada masa penjajahan, bahkan menurutnya bangsa Indonesia saat itu ditempatkan pada derajat yang sangat rendah.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat paripurna DPR RI ke-19, Rabu (20/5), saat menyampaikan pidato mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) RAPBN 2027.
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa para pendiri bangsa bukanlah sosok yang naif, melainkan mereka yang mengalami langsung kerasnya penjajahan dan kehilangan martabat sebagai bangsa.
“Mereka merasakan penjajahan… mereka merasakan bangsa Indonesia ditempatkan derajatnya di bawah anjing,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Ia menjelaskan bahwa pengalaman sejarah tersebut menjadi dasar penting dalam merumuskan arah ekonomi dan kebijakan negara saat ini, agar Indonesia tidak kembali berada dalam posisi yang lemah di mata dunia.
Prabowo juga menyinggung bagaimana kekayaan Nusantara pada masa lalu dieksploitasi oleh bangsa penjajah untuk kepentingan mereka sendiri. Ia mengingatkan agar Indonesia tidak mudah mengagumi negara lain yang memperoleh kemakmuran dari hasil eksploitasi bangsa lain.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo memaparkan target ekonomi nasional, termasuk proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027, inflasi di kisaran 1,5 hingga 3,5 persen, serta target penguatan nilai tukar rupiah di level Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas fiskal dengan menekan defisit anggaran serta memperkuat strategi ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Pidato tersebut menjadi salah satu momen penting dalam pembahasan arah kebijakan fiskal RAPBN 2027 di tengah situasi ekonomi global yang dinamis.
