Foto: Reuters/Andrew Couldridge
PONTIANAK INFORMASI, Sports – Manchester City berhasil mencuri kemenangan krusial 2-1 dari markas Real Madrid, Santiago Bernabéu, dalam laga lanjutan fase liga UEFA Champions League. Kemenangan ini didapatkan City setelah sempat tertinggal lebih dulu, sekaligus menempatkan manajer Real Madrid, Xabi Alonso, di bawah pengawasan ketat media dan petinggi klub karena rekor buruk timnya belakangan ini. Laga ini menjadi pertemuan ke-11 kedua tim dalam tujuh musim terakhir di kompetisi elite Eropa tersebut.
Gol pembuka dicetak oleh penyerang Madrid, Rodrygo, pada menit ke-28 melalui tembakan mendatar yang memanfaatkan serangan balik cepat. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Setelah kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, melakukan blunder dengan memantulkan sundulan Josko Gvardiol, gelandang serang City, Nico O’Reilly, berhasil menyambar bola rebound untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-35.
Titik balik bagi City terjadi delapan menit berselang, tepatnya di menit ke-43. Bek Madrid, Antonio Rüdiger, melakukan pelanggaran terhadap Erling Haaland di kotak terlarang. Wasit menunjuk titik putih, dan Haaland dengan dingin mengeksekusi penalti tersebut, memastikan City berbalik unggul 2-1 hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil ini membuat City naik ke posisi keempat klasemen fase liga dengan 13 poin dari enam pertandingan, sementara Madrid merosot ke posisi ketujuh dengan 12 poin.
Kekalahan ini menambah daftar panjang hasil mengecewakan yang dialami Real Madrid di bawah asuhan Xabi Alonso. Sejak awal November, Madrid hanya mampu meraih dua kemenangan dari delapan pertandingan di semua kompetisi, sebuah catatan yang sangat mengkhawatirkan. Tekanan terhadap Alonso semakin memuncak.
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, memberikan dukungan untuk mantan pemainnya di Bayern Munich tersebut, meskipun mengakui beratnya posisi sebagai pelatih di Madrid. “Barcelona dan Madrid adalah klub-klub tersulit untuk menjadi manajer… tekanan dan lingkungannya,” ujar Guardiola, dilansir dari The Guardian. “Jika saya melakukan musim lalu [bersama City] di sini, saya pasti sudah dipecat.” Guardiola juga menambahkan, “Tentu saja, Xabi mampu melakukan apa yang dibutuhkan.”
