Christian Horner (Foto : Formula 1)
PONTIANAK INFORMASI, Sports – Kabar mengejutkan datang dari dunia balap Formula 1. Christian Horner, sosok yang telah dua dekade memimpin Red Bull Racing sebagai CEO sekaligus Team Principal, resmi diberhentikan pada 9 Juli 2025. Berbagai dinamika internal dan eksternal menjadi pemicu berakhirnya perjalanan Horner bersama tim balap berbasis di Milton Keynes tersebut. Namun, seiring kepergiannya yang kontroversial, satu hal yang tetap menjadi sorotan: kekayaan Horner nyatanya tetap tak tergoyahkan.
Seperti dilansir dari Crash.net, Horner diberhentikan dari Red Bull “dengan segera” setelah sebelumnya sempat terseret skandal yang melibatkan seorang kolega wanita. Namun dalam pernyataan resmi Red Bull, Oliver Mintzlaff selaku Managing Director mengungkapkan apresiasinya, “Dengan komitmen, pengalaman, keahlian, dan pemikiran inovatifnya yang tak kenal lelah, dia telah berperan penting dalam membangun Red Bull Racing sebagai salah satu tim paling sukses dan menarik di Formula 1. Terima kasih untuk semuanya, Christian, dan kamu akan selamanya tetap menjadi bagian penting dari sejarah tim kami,” dilansir dari Crash.net.
Kekayaan Christian Horner memang disebut-sebut mencapai puluhan juta dolar AS, hasil kepemimpinan dan kontrak jangka panjangnya di Red Bull Racing. Statusnya sebagai bos tim F1 dengan masa jabatan terlama, pengelolaan brand, hingga bonus dari prestasi tim membawa dampak signifikan terhadap keuangannya. Selama menjadi kepala tim Red Bull, Horner berhasil membawa tim meraih 6 gelar konstruktor dan 8 gelar juara dunia pembalap. Penghasilan tahunan serta bonus kemenangan dari sponsor menjadi sumber utama pundi-pundi kekayaan tersebut.
Tak hanya itu, seperti dikutip dari KabarOto.com, Horner menyatakan perasaan bangganya atas pencapaian tim selama 20 tahun terakhir. “Kalian semua, orang-orang luar biasa di pabrik, telah menjadi jantung dan jiwa dari semua yang telah kita capai. Menang dan kalah, di setiap langkah, kita telah saling mendukung dan saya tidak akan pernah melupakan itu,” ujar Horner. Sikap positifnya tetap terlihat meski harus berpisah dengan tim yang telah membesarkannya.
Dalam perjalanan karirnya, pria asal Inggris ini bukan hanya memperoleh pemasukan dari gaji pokok. Bonus prestasi, hak komersial, dan investasi di luar F1 memperkokoh aset yang dimiliki Horner. Ia dikenal cerdas memanfaatkan peluang bisnis di luar lintasan, seperti bisnis properti dan hak siar, yang mengamankan posisinya sebagai salah satu figur terkaya di kancah olahraga balap dunia.
Posisi Horner di Red Bull Racing resmi digantikan oleh Laurent Mekies, sebagaimana diumumkan situs resmi Formula 1 dan sejumlah media otomotif. Meski tim tengah menghadapi tantangan performa dan dominasi McLaren, kepergian Horner menandai era baru di tubuh Red Bull Racing, sementara dirinya sendiri tetap menikmati kemapanan finansial yang telah dibangun bertahun-tahun.
Kini, meski tidak lagi duduk di kursi panas Red Bull Racing, Christian Horner tetap menjadi referensi penting dalam sejarah tim dan dunia Formula 1. Nama dan jejak rekam prestasinya tak mudah dilupakan, bahkan di tengah guncangan yang menghantarnya keluar dari panggung utama F1.
