(Foto : REUTERS/Chris Radburn)
PONTIANAK INFORMASI, Sports – Kelompok suporter Manchester United yang dikenal dengan nama The 1958 memutuskan menunda rencana aksi protes besar-besaran yang sebelumnya dijadwalkan pada laga pembuka Liga Premier melawan Arsenal pada 17 Agustus 2025. Aksi protes ini awalnya ditujukan untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap Sir Jim Ratcliffe, pemilik saham minoritas klub yang menguasai 28,94 persen dan mengambil alih kendali operasional sehari-hari sejak Februari 2024.
Rencana demonstrasi tersebut dilatarbelakangi oleh kritik atas kebijakan Ratcliffe yang dianggap bersekutu dengan keluarga Glazer, pemegang saham mayoritas, dan dinilai mempertahankan kekuasaan yang selama ini dipersoalkan oleh suporter.
The 1958 menilai perubahan besar yang dilakukan Ratcliffe di klub memicu pro dan kontra di kalangan pendukung. “Jim Ratcliffe memilih bersekutu dengan keluarga Glazer dan, menurut kami, membantu mereka mempertahankan kendali,” ujar pernyataan resmi The 1958.
Namun, setelah melakukan survei internal terhadap hampir 26.000 anggota suporter, The 1958 menemukan pandangan yang terbelah di antara fans. Sekitar 63 persen responden menyatakan Ratcliffe dan perusahaannya, Ineos, harus dimintai pertanggungjawaban.
Namun 68 persen lainnya berpendapat bahwa Ratcliffe perlu diberi waktu lebih lama untuk memperbaiki kondisi klub. Survei ini membuat kelompok suporter menilai waktu untuk protes belum tepat agar tidak menimbulkan perpecahan di dalam komunitas fans.
The 1958 juga menyampaikan bahwa mencari keseimbangan dalam mengelola basis penggemar yang beragam dan penuh semangat bukanlah hal yang mudah. “Denga basis suporter yang begitu beragam dan penuh semangat seperti milik kami, menemukan keseimbangan yang tepat tidak selalu mudah,” tulis The 1958 di akun media sosial mereka yang dikutip ESPN.
Protes ini bukan kali pertama. The 1958 selama ini dikenal aktif menggelar aksi protes, terutama menentang kepemilikan keluarga Glazer. Beberapa protes sebelumnya juga mengkritik proyek regenerasi stadion Old Trafford yang dianggap lebih mementingkan keuntungan komersial daripada kepentingan suporter loyal yang telah lama mendukung klub. The 1958 memperingatkan bahwa penggusuran suporter lama demi komersialisasi menjadi serangan terhadap jiwa Manchester United.
Penundaan aksi ini dianggap langkah bijak oleh The 1958 untuk menghindari konflik internal di antara pendukung yang punya pandangan berbeda tentang peran Jim Ratcliffe dalam menjaga dan mengelola klub. Dengan menunda, mereka berharap konsolidasi dan dialog di antara fans bisa berjalan lebih baik sambil tetap mengawasi perkembangan di tubuh manajemen klub.
