(Foto : AFP/FRANCK FIFE)
PONTIANAK INFORMASI, Sports – Paris Saint-Germain (PSG) akhirnya berhasil mengukir sejarah dengan menjuarai Piala Super Eropa 2025 setelah mengalahkan Tottenham Hotspur dalam pertandingan yang berlangsung dramatis di Stadion Friuli, Udine, Kamis dini hari WIB, 14 Agustus 2025. Laga berakhir imbang 2-2 selama waktu normal dan harus ditentukan lewat adu penalti, di mana PSG menang 4-3.
Tottenham sempat unggul 2-0 hingga lima menit menjelang akhir pertandingan berkat gol Micky van de Ven dan Cristian Romero. Namun PSG tidak menyerah dan bangkit melalui gol-gol Lee Kang-in menit ke-85 dan Goncalo Ramos di injury time, tepatnya menit 90+4, yang menyamakan kedudukan dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak tendangan penalti.
Penguasaan bola sangat didominasi oleh PSG yang mencapai 74%, sementara Tottenham bermain lebih agresif dan menciptakan 13 peluang dengan lima tembakan tepat sasaran. Kiper PSG Lucas Chevalier tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang-peluang dari Richarlison dan Joao Palhinha sebelum akhirnya Tottenham membuka skor, dilansir Harian Jogja.
Saat adu penalti, PSG berhasil mengeksekusi empat tendangan mereka dengan sempurna. Sementara itu, dua eksekutor penalti Tottenham, Micky van de Ven dan Mathys Tel, gagal menyarangkan bola ke gawang, sehingga PSG keluar sebagai juara dengan skor 4-3 di babak penalti, menurut laporan dari Sport Espos.
Kemenangan ini menjadi gelar Piala Super Eropa pertama bagi PSG sekaligus pencapaian bersejarah bagi klub Prancis tersebut yang berhasil mengawali musim 2025/2026 dengan membawa trofi bergengsi di Eropa. Tottenham yang juga tampil impresif dengan struktur permainan yang baik, harus menerima kenyataan kegagalan merebut trofi tersebut meski sempat unggul dua gol.
Pelatih PSG Luis Enrique memimpin timnya dengan strategi yang matang dan mengandalkan mental juara pemainnya dalam menghadapi tekanan. Pertandingan yang berlangsung ketat dan penuh emosi memperlihatkan ketangguhan PSG yang mampu memanfaatkan peluang di menit-menit krusial, sebuah bukti dominasi mereka di pentas Eropa tahun ini.
Dengan hasil ini, PSG semakin kukuh sebagai kekuatan besar di kancah sepak bola Eropa. Tottenham, di sisi lain, mendapat pelajaran berharga dari pengalaman pahit ini setelah sempat unggul dua gol namun akhirnya gagal meraih gelar yang sangat diidamkan penggemar dan para pemain mereka.
