(Foto : KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
PONTIANAK INFORMASI, Sports – Laga terakhir Grup A Piala AFF U-23 2025 yang mempertemukan Timnas U-23 Indonesia dan Malaysia di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta pada Senin, 21 Juli 2025, berakhir dengan skor imbang tanpa gol 0-0. Pertandingan ini menjadi penentu untuk memperebutkan posisi juara grup dan tiket ke semifinal kompetisi kawasan Asia Tenggara tersebut.
Pada pertandingan yang berlangsung ketat tersebut, Timnas Indonesia U-23 lebih mendominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Malaysia. Namun, Garuda Muda kesulitan membongkar pertahanan solid dan disiplin yang diterapkan oleh Harimau Malaya Muda. Peluang emas sempat didapatkan Indonesia pada menit ke-57 melalui tendangan tap-in Jens Raven, tapi berhasil diblok kiper Malaysia, Zulhilmi Sharani. Pada menit ke-72, tendangan keras Robi Darwis masih meleset dari sasaran. Hingga peluit akhir dibunyikan, tidak ada gol yang tercipta.
Sebelumnya, Malaysia memang datang dengan motivasi tinggi setelah bangkit dari kekalahan 0-2 melawan Filipina dan kemudian memetik kemenangan besar 7-1 atas Brunei Darussalam di laga kedua grup. Pemain Malaysia, Danish Syamer, sempat menyatakan bahwa timnya akan memberikan lebih dari 100 persen dalam pertandingan melawan Indonesia dan yakin bahwa “bola itu bulat, dalam sepak bola, apa pun bisa terjadi dan kami akan membuktikannya,” seperti dikutip dari Antara.
Hasil imbang ini membuat Indonesia U-23 tetap berhak lolos ke semifinal sebagai juara Grup A dengan koleksi 7 poin, sementara Malaysia harus tersingkir karena menduduki posisi ketiga dengan raihan 4 poin. Pelatih Indonesia, Gerald Vanenburg, melakukan sejumlah perubahan pada susunan pemain, termasuk memasang Jens Raven sebagai starter dan tanpa kehadiran gelandang Arkhan Fikri, tetapi usaha mencetak gol akhirnya belum membuahkan hasil.
Menurut pengamatan media, pertandingan ini menunjukkan mentalitas dan daya juang tinggi dari kedua tim, tetapi juga menyoroti perlunya Indonesia meningkatkan penyelesaian akhir untuk memaksimalkan peluang. Erick Thohir, selaku tokoh penting sepak bola Indonesia, juga menyoroti aspek ini setelah pertandingan berlangsung.
Pertandingan Indonesia vs Malaysia selalu dinanti karena rivalitas yang kuat di antara kedua negara. Pertandingan babak grup kali ini tak hanya memperebutkan tiket semifinal, tapi juga membuktikan kesiapan dan kualitas kedua tim muda dalam kompetisi tingkat regional yang semakin kompetitif.
