(Ilustrasi Goa : iStockphoto)
PONTIANAK INFORMASI, Internasional – Di tengah hutan lebat di dekat kota kecil Gokarna, India, sebuah kisah unik terungkap ketika aparat setempat menyelamatkan seorang wanita asal Rusia yang tinggal secara diam-diam di dalam gua bersama dua putrinya yang masih kecil. Perempuan berusia 40 tahun itu, bernama Nina Kutina, bersama Prema yang berusia 6 tahun 7 bulan dan Ama yang berumur 4 tahun, menarik perhatian banyak pihak setelah mereka ditemukan hidup dalam kondisi membahayakan di kawasan Bukit Ramatirtha pada 9 Juli 2025.
Menurut laporan Sindonews, Kutina mengaku menjalani hidup sederhana di gua tersebut demi alasan spiritual dan untuk bermeditasi. “Kami memilih tinggal di sini karena ingin menjalani hidup yang bersih dan bermeditasi,” ujarnya kepada petugas kepolisian, seperti dilansir dari Sindonews. Kutina bersama kedua anaknya diketahui datang dari wilayah Goa dan telah bertahun-tahun memilih untuk hidup di alam liar daripada kembali ke negara asal.
Kisah mereka terungkap saat patroli rutin kepolisian di area perbukitan rawan longsor dan satwa liar berbisa. Kondisi gua yang ditinggali Kutina dinilai sangat berbahaya, membuat polisi segera bertindak demi keselamatan mereka. “Kami temukan mereka di gua yang dikelilingi hewan liar berbisa, sangat berbahaya bagi keselamatan mereka,” ungkap pihak kepolisian Gokarna, seperti dikutip dari Kompas.com.
Setelah berhasil dievakuasi, Kutina dan putrinya untuk sementara ditempatkan di ashram Yoga Ratna Saraswati Swamiji, seorang tokoh spiritual setempat yang sudah berusia 80 tahun. Proses pemindahan dilakukan dengan pengawalan aparat, terutama wanita polisi, memastikan keamanan serta kenyamanan Kutina dan kedua anaknya selama proses berlangsung.
Awalnya Kutina enggan mengungkapkan identitasnya kepada pihak berwenang. Namun, setelah dilakukan penggeledahan di sekitar gua, ditemukan dokumen paspor dan visa yang ternyata sudah kedaluwarsa sejak 17 April 2017. Inspektur Polisi di Karwar segera menghubungi Kantor Registrasi Regional Orang Asing (FRRO) di Bengaluru untuk proses hukum lebih lanjut.
Pejabat kepolisian menegaskan bahwa Nina Kutina beserta kedua putrinya kini diwajibkan mengikuti proses deportasi. “Karena tinggal secara ilegal, ia kini wajib dideportasi dan harus membeli tiket pulangnya sendiri,” ungkap Kepala Kepolisian M Narayan.
Saat ini, Kutina beserta anak-anaknya ditempatkan di Pusat Penerimaan Wanita demi keselamatan mereka hingga menunggu proses hukum tuntas. Mereka dijadwalkan menghadap ke pihak FRRO di Bengaluru pada 14 Juli 2025 dengan pendampingan ketat dari kepolisian, menandai akhir perjalanan spiritual yang penuh tantangan di hutan Gokarna, India.
