Israel Hantam Jantung Kementerian Pertahanan Suriah (Foto : Al Jazeera Via Ap)
PONTIANAK INFORMASI, Internasional – Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah militer Israel melancarkan serangan udara yang menghancurkan gedung kantor pusat Kementerian Pertahanan Suriah di Damaskus, Rabu (16/7). Sasaran serangan tak hanya gedung kementerian, tetapi juga area di sekitar Istana Presiden Suriah dan sejumlah fasilitas militer lainnya di kawasan Damaskus dan Suweida.
Dilansir dari BBC, serangan ini dinyatakan oleh Kementerian Luar Negeri Suriah sebagai tindakan yang menargetkan lembaga-lembaga pemerintah dan fasilitas sipil. “Serangan terang-terangan ini, yang merupakan bagian dari kebijakan yang disengaja oleh entitas Israel untuk mengobarkan ketegangan, menyebarkan kekacauan, dan merusak keamanan dan stabilitas di Suriah, merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum humaniter internasional,” tegas pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Suriah kepada BBC Indonesia.
Akibat gempuran tersebut, sejumlah korban jiwa dilaporkan, termasuk warga sipil yang tidak bersalah. Kementerian Luar Negeri Suriah pun menyalahkan Israel atas terjadinya “agresi berbahaya” yang semakin memperbesar ketidakstabilan di kawasan.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, seperti dikutip BBC, menyatakan bahwa serangan ini merupakan upaya untuk “menyelamatkan saudara-saudara Druze kami dan melenyapkan geng-geng rezim”. Komunitas Druze sendiri dikenal sebagai kelompok minoritas di Suriah, Lebanon, dan Israel, serta di Dataran Tinggi Golan yang kini dikuasai Israel.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, lewat unggahannya di X, menyebutkan bahwa “peringatan di Damaskus telah berakhir dan militer Israel akan terus beroperasi secara gencar di Suweida untuk menghancurkan pasukan yang menyerang Druze hingga mereka mundur sepenuhnya”. Ia menambahkan, “pukulan menyakitkan telah dimulai” sambil membagikan klip video serangan udara ke Kementerian Pertahanan Suriah.
Kecaman atas aksi ini datang dari berbagai pihak. Pemerintah Turki menyebut serangan Israel adalah “tindakan sabotase terhadap upaya Suriah untuk mengamankan perdamaian, stabilitas, dan keamanan”, sementara Presiden Lebanon menilainya sebagai pelanggaran kedaulatan. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, turut mengecam eskalasi kekerasan ini.
Ketegangan di Damaskus ini diperkirakan akan terus menjadi sorotan dunia internasional, mengingat potensi dampak lanjutan terhadap stabilitas kawasan dan meningkatnya risiko kemanusiaan yang harus dihadapi masyarakat sipil di Suriah.
