Mentri Pertahan Iran Aziz Nasirzadeh (Foto : isna photo)
PONTIANAK INFORMASI, Internasional – Iran dikabarkan secara diam-diam membangun pabrik senjata di beberapa negara pasca perang 12 hari dengan Israel yang terjadi pada Juni 2025 lalu. Menteri Pertahanan Iran, Aziz Nasirzadeh, menyatakan bahwa pabrik-pabrik produksi senjata tersebut telah didirikan, meskipun Iran belum mengungkapkan negara-negara mana saja yang menjadi lokasi pabrik senjata ini.
Nasirzadeh dalam wawancara yang disiarkan televisi lokal menyampaikan, “Kami telah membangun pabrik senjata di beberapa negara, tetapi untuk saat ini kami belum akan mengumumkan negara mana saja.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa Iran tengah melakukan ekspansi kemampuan militernya untuk memperkuat posisi strategis di kawasan serta sebagai respons atas konflik yang terjadi dengan Israel.
Lebih lanjut, Nasirzadeh juga mengklaim Iran telah mengembangkan senjata dengan hulu ledak canggih yang mampu bermanuver, yang menjadi peningkatan signifikan dalam teknologi persenjataan mereka. Fokus Iran kini diarahkan pada pengembangan rudal sebagai upaya balasan setelah perang dengan Israel, dengan kemungkinan pabrik-pabrik senjata tersebut akan segera diresmikan dalam waktu dekat.
Langkah ini diikuti dengan pengujian rudal jelajah oleh Angkatan Laut Iran ke target di Teluk Oman dan Samudra Hindia utara, dilakukan saat latihan militer besar-besaran pada Agustus 2025. Pemerintah Iran menunjukkan kesiapan gempuran balasan ke Tel Aviv jika terjadi eskalasi konflik di masa depan.
Sementara itu, militer Israel sebelumnya telah memperingatkan Iran untuk mengevakuasi pabrik-pabrik senjata militer yang dimilikinya, mengindikasikan ketegangan yang masih tinggi dan potensi serangan baru dalam waktu dekat. Kedua negara yang masih dalam kondisi waspada tinggi akibat konflik bersenjata ini memperlihatkan situasi yang kian memanas.
Iran juga menegaskan kesiapan menghadapi serangan Israel serta menjaga kepentingan nasionalnya, yang ditunjukkan dari langkah-langkah strategis termasuk pendirian pabrik senjata di luar negeri untuk memperluas jangkauan produksi dan distribusi senjata mereka.
