Rumah Netanyahu Dikepung Keluarga Sandera (Foto : Reuters)
PONTIANAK INFORMASI, Internasional – Rumah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Yerusalem dikepung oleh para pengunjuk rasa yang terdiri dari keluarga sandera dan mantan sandera di Gaza pada Selasa, 16 September 2025. Mereka mendirikan tenda di depan kediaman tersebut sebagai bentuk protes terhadap serangan militer Israel di Kota Gaza, di mana kerabat mereka masih ditawan oleh kelompok Hamas.
Polisi setempat menutup area dengan radius 300 meter di sekitar rumah Netanyahu demi mengantisipasi aksi unjuk rasa yang semakin besar. Forum Keluarga Sandera dan Orang Hilang menyatakan bahwa kedatangan mereka ke Yerusalem didasari kekhawatiran atas nasib orang tercinta mereka yang berada di Gaza. Terlebih, serangan darat yang sedang berlangsung di wilayah tersebut rawan membahayakan keselamatan para sandera.
Menurut laporan, Netanyahu meninggalkan kediamannya hanya beberapa menit setelah media memberitakan rencana aksi protes keluarga sandera di depan rumahnya. Hal ini mendapat kecaman dari para pengunjuk rasa. “Dia (Netanyahu) tidak mau mendengar kami, jadi dia kabur seperti pengecut. Kami akan mengikutinya ke mana pun, siang dan malam. Ini sudah cukup,” kata Einav Zangauker, ibu salah satu sandera, dilansir dari Antara.
Para pengunjuk rasa meyakini bahwa keluarga mereka disekap di daerah yang menjadi sasaran pengeboman Israel, sehingga operasi militer yang intens justru memperbesar ancaman terhadap nyawa sandera. Sebelumnya, militer Israel memang mulai melancarkan serangan intensif di Gaza dengan tujuan menduduki wilayah tersebut.
Netanyahu sendiri mengakui di hadapan pengadilan Tel Aviv bahwa operasi militer sedang berjalan. Namun, tindakan keras Israel di Gaza menimbulkan kecaman internasional dan gugatan genosida di Mahkamah Internasional. Hingga kini, serangan tersebut telah menewaskan hampir 65.000 warga Palestina dan menyebabkan kehancuran besar di wilayah kantong Gaza.
Keluarga sandera menuntut perhatian serius dan tindakan nyata dari pemerintah Israel untuk menyelamatkan orang-orang yang mereka cintai, hidup atau mati. Mereka berharap negara ini sadar dan membawa pulang sandera dalam keadaan selamat, serta mengakhiri penderitaan warga sipil di Gaza yang terus bertambah setiap hari.
