(Foto : Oli SCARFF/AFP)
PONTIANAK INFORMASI, Sports – Awal musim Premier League 2025/26 berjalan sangat buruk bagi Manchester United (MU). Setan Merah mencatat start terburuk mereka dalam 33 tahun terakhir, hanya meraih empat poin dari empat laga awal, angka yang terakhir terjadi pada musim 1992 saat masih diasuh Sir Alex Ferguson. Kondisi ini membuat para pemain MU kompak memberikan kritik keras terhadap performa mereka sendiri demi kebangkitan tim.
Pemain seperti Noussair Mazraoui mengungkapkan rasa frustrasinya setelah kekalahan telak 0-3 dari Manchester City dalam laga derbi. Kepada MUTV, ia mengatakan, “Saya merasa buruk. Kecewa kepada diri sendiri, kecewa pada tim, dan kecewa untuk para fans. Derbi selalu istimewa, penuh emosi. Kalau kalah, tapi main bagus dan menciptakan banyak peluang seperti laga-laga sebelumnya, mungkin masih bisa diterima. Tapi, kali ini, jelas tidak cukup baik”.
Sementara itu, Matthijs de Ligt juga menyampaikan penilaian serupa. Ia menilai timnya harus tampil lebih baik dan membuktikan kemampuan di lapangan. “Kami harus tampil lebih baik, kami harus membuktikannya, kalau tidak, percuma saja,” ujarnya. “Di babak pertama mereka lebih dominan. Babak kedua kami sebenarnya main lebih baik, tapi kebobolan cepat lalu gol ketiga datang dengan cara yang ceroboh. Mereka jelas lebih unggul,” tambah mantan bek Juventus tersebut.
Kendati penuh kritik, ada secercah harapan dari sisi peluang mencetak gol yang dibuat MU. De Ligt menyoroti bahwa timnya masih mampu menciptakan sejumlah kesempatan, sayangnya penyelesaian akhir yang menjadi kendala utama. “Saya merasa kami punya banyak kesempatan membangun peluang, tapi umpan terakhir selalu gagal,” kata De Ligt.
Bruno Fernandes, kapten tim, pun menyadari masalah tersebut. Ia menegaskan bahwa MU perlu belajar dari kekalahan ini dan memperbaiki performa demi hasil yang lebih baik di pertandingan berikutnya. “Kami terus menciptakan peluang untuk mencetak gol, tapi tidak bisa menyelesaikannya. Yang harus kami lakukan adalah belajar dari laga ini, memperbaiki, dan menatap pertandingan berikutnya. Kami harus mencetak gol sekaligus tidak kebobolan. Itu inti dari sepak bola,” ujar Fernandes.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa MU tengah berada dalam titik terendah yang menyakitkan, mengulang rekor kelam yang sudah ada sejak beberapa dekade lalu. Namun, semangat introspeksi dan kritik dari para pemain diharapkan menjadi langkah awal untuk kebangkitan Setan Merah di sisa musim ini.
