Tangkapan layar dari akun @ghozyulhaq
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Warga Tangerang Selatan dihebohkan dengan kemunculan mobil listrik Tesla Model 3 berpelat dinas merah bernomor B 1002 WQE di kawasan Pondok Cabe, Pamulang. Mobil mewah itu terekam kamera dan viral di media sosial, memicu spekulasi publik mengenai instansi yang menyediakan kendaraan dinas sekelas Tesla tersebut.
Dalam unggahan di X (Twitter) oleh akun @ghozyulhaq pada 19 November 2025, terlihat jelas mobil listrik Tesla melintas dengan pelat dinas merah yang identik dengan kendaraan pemerintah. Warganet pun mempertanyakan, “Instansi mana yang ngasih mobil dinas pejabatnya Tesla?” tulis akun tersebut. Fenomena ini memicu perdebatan luas mengenai transparansi pengadaan kendaraan dinas dan kebijakan penggunaan mobil listrik di instansi pemerintah.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan segera merespons kehebohan ini. Kabid Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Tangsel, Sugeng Rahadi, menegaskan bahwa mobil listrik Tesla tersebut bukan milik Pemkot Tangsel. “Hasil pengecekan kita dari awal sampai sekarang memang kita belum pernah melakukan pengadaan kendaraan roda empat listrik,” ujar Sugeng, dikutip Kompas.com.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, juga membantah bahwa mobil Tesla tersebut merupakan kendaraan dinas Pemkot. “Kami tidak pernah mengadakan mobil dinas Tesla,” tegasnya,. Tanggapan ini memperjelas bahwa mobil listrik mewah tersebut tidak termasuk dalam program pengadaan kendaraan dinas yang pernah disosialisasikan Pemkot Tangsel.
Sebelumnya, Pemkot Tangsel memang menyatakan komitmen untuk beralih ke kendaraan listrik sebagai upaya menekan emisi dan mendorong ramah lingkungan, namun pengadaan masih terbatas pada sepeda listrik dan belum mencakup mobil listrik mewah seperti Tesla. Langkah ini sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022 tentang penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas, namun Pemkot Tangsel menegaskan bahwa belum ada realisasi pengadaan mobil listrik roda empat untuk pejabat.
Hingga kini, identitas pemilik mobil Tesla berpelat merah tersebut masih belum terungkap. Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi dan menunggu penjelasan resmi dari pihak terkait. Fenomena ini menjadi sorotan publik mengenai transparansi pengadaan kendaraan dinas serta potensi penyalahgunaan pelat merah di era digital.
