PONTIANAK INFORMASI – Wajah bahagia terlihat dari warga yang menghadiri sosialisasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 di Aula Kantor Camat Pontianak Timur, Kamis (2/4/2026).
Program ini merupakan bantuan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman yang hadir lewat aspirasi Anggota Komisi V DPR RI, Boyman Harun, yang selama ini dikenal aktif memperjuangkan program perumahan untuk masyarakat.
PPK Program BSPS Wilayah Kota Pontianak dan Singkawang, Gandi Yunansyah, mengatakan bahwa untuk tahun 2026, Kota Pontianak mendapat jatah sebanyak 368 unit rumah.
“Program ini sudah kami sosialisasikan. Untuk Kota Pontianak ada 368 unit yang tersebar di 8 kelurahan dan 5 kecamatan,” jelas Gandi.
Ia menambahkan, setiap rumah akan mendapat bantuan sebesar Rp20 juta. Rinciannya, Rp17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang.
Meski begitu, ia belum bisa memastikan kapan bantuan tersebut mulai direalisasikan. Namun, proses verifikasi calon penerima sudah selesai dan tinggal menunggu tahap pelaksanaan.
“untuk calon penerima bantuan saat ini kota Pontianak sudah kami kirimkan berita acara hasil verifikasinya, mudah-mudahan secepatnya bisa kami laksanakan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi PAN DPRD Kalimantan Barat, Zulfydar Zaidar Mochtar menyampaikan bahwa program BSPS memiliki dampak luas, tidak hanya untuk perbaikan rumah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ia menyebut, program ini sudah berjalan selama beberapa tahun dan terbukti membantu banyak warga, mulai dari bedah rumah hingga perbaikan fasilitas sanitasi seperti WC.
“Ini merupakan upaya dari kami, kerjasama dari Partai Amanah Nasional bersama Kota Pontianak ya, mencari masyarakat yang memerlukan bantuan Rumahan Swadaya masyarakat ini,” ujarnya.
Untuk tahun ini, kata Zulfydar, ditargetkan sekitar 110 rumah di Kota Pontianak akan mendapatkan bantuan dari program tersebut.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan perbaikan rumah, terutama di kalangan menengah ke bawah. Karena itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar program ini bisa terus berlanjut.
“Harapannya tentu program ini bisa membawa perubahan signifikan dan membuat kualitas hunian warga jadi lebih layak,” pungkasnya.
