Presiden Prabowo (Foto : ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak akan mengintervensi hasil tender proyek selama prosesnya berjalan sesuai aturan, termasuk jika pemenangnya memiliki keterkaitan politik dengan partai tertentu seperti PDIP.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5).
Prabowo menekankan bahwa prinsip utama pemerintahannya adalah menjaga proses pengadaan barang dan jasa tetap bersih, transparan, dan berbasis kompetisi yang adil. Karena itu, ia meminta para menteri untuk tidak mempersoalkan latar belakang politik pihak yang memenangkan tender, selama prosesnya sah dan sesuai prosedur.
Ia mencontohkan bahwa dalam praktik pemerintahan, sering muncul kekhawatiran terkait afiliasi politik peserta tender. Namun, ia menegaskan hal tersebut tidak boleh menjadi dasar untuk membatalkan atau mengganggu hasil lelang.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung pengalamannya di masa lalu saat mendapat dukungan dari Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, yang menurutnya pernah bersikap objektif dalam urusan ekonomi dan proyek.
Ia menyebut pengalaman tersebut menjadi contoh penting dalam menjaga objektivitas kebijakan, yakni tidak mencampuradukkan kepentingan politik dengan keputusan ekonomi atau pengadaan proyek.
Prabowo juga kembali menegaskan komitmennya terhadap sistem demokrasi yang sehat, di mana pemerintah tetap diawasi dan dikritik, termasuk oleh partai yang berada di luar pemerintahan seperti PDIP.
Menurutnya, keberadaan oposisi tetap penting untuk menjaga keseimbangan kekuasaan dan memastikan kebijakan negara berjalan dengan baik.
