PONTIANAK INFORMASI – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menegaskan investasi yang masuk ke Kalbar harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya mendorong pertumbuhan ekonomi.
Hal itu disampaikan Krisantus saat membuka Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau di Betang Youth Center, Selasa (21/7).
Menurut Krisantus, Pemerintah Provinsi Kalbar berkomitmen menciptakan iklim investasi yang aman dan kondusif. Namun, setiap investasi juga harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.
“Pemerintah akan memberikan perlindungan kepada seluruh pelaku investasi di Kalimantan Barat. Namun investasi tersebut harus membawa dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan keadilan sosial sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,”ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Krisantus juga mengajak masyarakat Dayak memperkuat tiga pilar utama, yakni kedaulatan politik, kepribadian budaya, dan kemandirian ekonomi.
Ia menilai pelestarian budaya Dayak sudah berjalan baik melalui penyelenggaraan Gawai Dayak yang rutin digelar setiap tahun. Namun, dari sisi ekonomi, menurutnya masih diperlukan upaya agar semakin banyak pengusaha dan investor dari kalangan masyarakat Dayak.
“Kepribadian budaya kita sudah terbentuk dan terus terpelihara melalui pelaksanaan Gawai Dayak dari tahun ke tahun. Namun dari sisi ekonomi, kita masih harus memperkuat diri agar semakin banyak lahir pengusaha dan investor Dayak yang mampu menggerakkan perekonomian daerah,” katanya.
Selain menjadi pesta adat, Krisantus menyebut Gawai Dayak merupakan wadah mempererat persaudaraan, melestarikan budaya, sekaligus mempromosikan potensi daerah.
Ia juga mendorong pelaku UMKM, perajin, dan ekonomi kreatif memanfaatkan momentum Gawai Dayak untuk memperkenalkan produk unggulan lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau digelar selama lima hari, 21–25 Juli 2026. Beragam kegiatan diselenggarakan, mulai dari pameran UMKM, lomba seni budaya, ritual adat, pemilihan Bujang Dara Gawai, hingga pertunjukan musik yang melibatkan masyarakat dari berbagai daerah.
