Sumber : PIFA/Iyan
PONTIANAKINFORMASI.CO.ID, Kubu Raya – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura bekerja sama dengan Youth Local Camp menggelar pelatihan kepemimpinan pemuda bertema “Pemberdayaan Pemuda Melalui Literasi Sosial dan Penguatan Identitas Lokal.” Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dalam bentuk perkemahan edukatif di Rumah Pintar Punggur Cerdas, Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, pada tanggal 14 hingga 15 Juni 2025.
Sebanyak 13 pelajar SMA dari desa sekitar berpartisipasi sebagai peserta aktif dalam pelatihan yang dirancang untuk menjawab tantangan rendahnya partisipasi dan kepemimpinan pemuda di Kalimantan Barat, berdasarkan data Indeks Pembangunan Pemuda (IPP). Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan merespons kekhawatiran terhadap lunturnya identitas lokal akibat pengaruh globalisasi dan digitalisasi.
Tiga sesi materi utama disampaikan oleh dosen-dosen FISIP Untan, yaitu:
Masalah Sosial – Mengajak peserta memahami realitas sosial di lingkungan sekitar.
Sosialisasi Masyarakat – Mendorong pemuda berperan aktif dalam dinamika sosial.
Kepemimpinan – Membekali peserta dengan kemampuan memimpin berbasis nilai lokal dan kolaboratif. Selain materi, peserta juga terlibat dalam simulasi kasus, diskusi kelompok, refleksi malam, dan aktivitas kolaboratif berbasis perkemahan. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan karakter, empati, dan kepedulian sosial.
Ketua panitia kegiatan, Muhammad Iqbal, yang juga mahasiswa FISIP Untan, menyampaikan harapannya:
“Diharapkan program seperti ini dapat direplikasi di daerah lain, dengan dukungan stakeholder lokal dan adanya pendampingan pasca-program untuk menciptakan dampak yang lebih berkelanjutan.”
Dukungan terhadap program ini juga datang dari komunitas lokal. Umilia, Founder Rumah Pintar Punggur Cerdas, menyatakan:
“Kegiatan ini telah membawa energi baru serta semangat baru bagi kami yang berada di Desa Punggur Kecil, khususnya untuk program kepemudaan atau pemberdayaan anak muda.”
“Semoga PKM Dosen FISIP Untan yang diadakan di desa Punggur akan melahirkan PKM-PKM berikutnya dan tetap saling berkolaborasi.”
Kegiatan ini menjadi momen reflektif bagi para dosen yang terlibat langsung dalam proses edukasi di lapangan. Ketua PKM Dosen FISIP Untan, Dra. Chainar, M.Si, menekankan pentingnya keterlibatan pemuda dalam pembangunan sosial:
“Pemuda hari ini bukan hanya harus cerdas secara akademik, tapi juga harus peka terhadap persoalan sosial dan memiliki akar budaya yang kuat. Kegiatan seperti ini adalah bentuk nyata bagaimana literasi sosial dan identitas lokal bisa dijadikan fondasi dalam membentuk pemimpin masa depan yang berintegritas dan berjiwa sosial.”
Hal senada disampaikan Desca The Purnama, S.Sos, M.Sos, dosen FISIP Untan:
“Sebagai dosen, kami punya tanggung jawab bukan hanya mendidik di dalam kelas, tapi juga hadir di tengah masyarakat—khususnya untuk mendorong pemuda agar menjadi agen perubahan di lingkungannya sendiri.”
Peserta pelatihan juga merasakan langsung manfaat dari kegiatan ini. Asyifa, pelajar SMA asal Desa Punggur Kecil, membagikan pengalamannya:
“Saya biasanya hanya tahu soal kepemimpinan dari buku atau pelajaran di sekolah. Tapi di sini, saya benar-benar belajar bagaimana cara kerja tim, mendengarkan orang lain, dan memahami masalah sosial di sekitar saya.”
“Sekarang saya jadi lebih termotivasi untuk ikut kegiatan sosial di desa, dan ingin ajak teman-teman lain juga. Kegiatannya seru dan materinya gampang dipahami, apalagi ada praktiknya langsung.”
Melalui pelatihan ini, FISIP Untan dan komunitas lokal membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor mampu mendorong pemuda menjadi agen perubahan yang adaptif, berdaya saing, dan tetap berakar pada budaya lokal. Kegiatan ini bukan hanya memperkaya pengetahuan dan keterampilan peserta, tetapi juga memperkuat semangat kepemimpinan dan kepedulian sosial yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan desa berbasis komunitas.
