Foto: REUTERS/Thinh Nguyen
PONTIANAK INFORMASI, Internasional – Banjir besar yang melanda wilayah tengah Vietnam dalam beberapa hari terakhir telah menewaskan sedikitnya 35 orang dan menyebabkan lima lainnya hilang. Bencana ini terjadi akibat hujan ekstrem dengan curah tertinggi dalam 60 tahun terakhir yang melanda provinsi-provinsi pesisir Vietnam sejak akhir pekan lalu. Data dari Badan Penanggulangan Bencana dan Pengelolaan Tanggul Vietnam (VDDMA) menunjukkan dampak yang sangat parah, termasuk ribuan rumah yang terendam dan kerusakan lahan pertanian.
Hujan deras yang mengguyur menyebabkan banjir dengan ketinggian air hingga 1,7 meter dalam 24 jam saja, terutama di provinsi Hue, Da Nang, Lam Dong, dan Quang Tri. Kota tua Hoi An, yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO, terendam air setinggi pinggang. Warga di sana bahkan harus menggunakan perahu kayu untuk beraktivitas karena sungai lokal meluap pada level tertinggi dalam enam dekade terakhir.
Chuong Nguyen, seorang warga Hoi An, mengatakan kepada Channel News Asia, “Semua orang terkejut setelah banjir. Orang-orang sudah bersiap menghadapi banjir, tapi mereka tidak menyangka air akan naik setinggi ini.” Ia menambahkan, “Banyak rumah tidak sempat bersiap-siap tepat waktu, sehingga banyak barang-barang rusak. Semua orang merasa putus asa akibat kerusakan yang parah.”
Selain korban jiwa, bencana ini juga menghancurkan infrastruktur dan menyebabkan kerugian besar. Lebih dari 16.500 rumah terendam oleh banjir, sementara lebih dari 40.000 unggas dan ternak hanyut terbawa arus air. Lebih dari 5.300 hektar lahan pertanian turut terendam, yang akan berdampak pada ketahanan pangan daerah tersebut.
Pejabat setempat bersama tim tanggap darurat masih terus melakukan pencarian terhadap lima orang yang masih dinyatakan hilang. Selain itu, upaya evakuasi dan bantuan kemanusiaan tengah digalakkan untuk membantu ribuan warga yang terdampak bencana ini.
Hujan dan banjir yang terus terjadi menunjukkan bahwa Vietnam tengah harus menghadapi salah satu bencana alam terburuk dalam beberapa dekade terakhir. Pemerintah lokal dan internasional terus memantau situasi untuk memitigasi dampak dan membantu pemulihan wilayah terdampak.
