Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • 25 Tahun Tragedi Syafaruddin, Aliansi Mahasiswa Gelar Aksi “Juni Berdarah” Tuntut Keadilan
  • Lokal
  • News

25 Tahun Tragedi Syafaruddin, Aliansi Mahasiswa Gelar Aksi “Juni Berdarah” Tuntut Keadilan

Iyn 17/06/2025
PIFA/Ya' M. Andriyan Wijaya

PIFA/Ya' M. Andriyan Wijaya

PONTIANAKINFORMASI.CO.ID, PONTIANAK – Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Barat menggelar aksi damai bertajuk “Juni Berdarah” di depan Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Senin sore (16/6/2025) Aksi yang dimulai pukul 15.00 WIB ini diikuti sekitar 50 mahasiswa dari BEM Politeknik Negeri Pontianak (POLNEP), Poltekkes Pontianak, Universitas Tanjungpura (UNTAN), Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP), dan Universitas PGRI (UPGRI).

Aksi ini digelar untuk memperingati 25 tahun wafatnya Syafaruddin, mahasiswa POLNEP yang tewas tertembak dalam aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Barat pada 14 Juni 2000. Dua dekade lebih berlalu, namun kasus ini belum menemui kejelasan hukum mengenai siapa pelaku, apa motifnya, serta bagaimana pertanggungjawaban hukum terhadap peristiwa tersebut.

Aliansi mahasiswa menyebut Syafaruddin bukan hanya korban kekerasan aparat, tetapi juga simbol matinya keadilan dan kebebasan sipil. Dalam orasinya, mereka mengecam budaya impunitas yang masih terus dipelihara negara, serta sikap aparat yang dianggap belum mampu mengungkap kasus ini.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan di depan gerbang Polda Kalbar, mereka menyampaikan dua tuntutan utama: menolak segala bentuk tindakan represif terhadap massa aksi damai, serta menuntut dibukanya kembali dokumen kasus kematian Syafaruddin, dengan tenggat waktu maksimal tiga hari kerja terhitung sejak 16 Juni 2025.

Syarif Falmu, selaku Menteri Sosial dan Politik BEM POLNEP Pontianak, turut menyampaikan sikap tegas terhadap aparat.

“Kami meminta kepada pihak Polda untuk tidak melakukan tindakan represifitas kepada massa aksi, kepada masyarakat pemuda maupun mahasiswa ke depannya,” ujarnya di tengah aksi.
Ia juga menekankan bahwa Polda Kalbar perlu membuka akses informasi terhadap dokumen penyelidikan tragedi 14 Juni 2000.

“Selanjutnya kami meminta Polda Kalbar untuk membuka kembali dokumen terkait tragedi kasus 14 Juni tahun 2000, di mana kami berikan jatuh tempo 3 hari sejak hari ini, tanggal 16 Juni 2025,” tegasnya.

Aksi berjalan tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Para peserta membawa poster-poster berisi seruan keadilan dan menolak pelupaan sejarah. Aliansi mahasiswa ini juga menyatakan akan terus mengawal isu ini dan siap melakukan aksi lanjutan jika tidak ada respons serius dari institusi terkait. Mereka menegaskan bahwa perjuangan menuntut keadilan bagi Syafaruddin adalah bagian dari tanggung jawab sejarah yang tidak boleh diabaikan.

Tags: Demo Kota Pontianak

Continue Reading

Previous: Prajurit TNI AL Jumran Divonis Penjara Seumur Hidup atas Pembunuhan Jurnalis Juwita di Kalsel
Next: Pemkab Kubu Raya Dorong Transformasi Posyandu sebagai Layanan Kesehatan Terpadu

Related Stories

IMG_1590
  • Lokal
  • News

Buron 4 Bulan, Paman yang Diduga Cabuli Keponakan Berusia 12 Tahun Ditangkap Polisi

Editor PI 20/07/2026
c15a9dfc-0ba6-4ecb-bde3-4b52163e482f
  • Lokal
  • News

Harisson: 79,5 Persen Aset Tanah Pemprov Kalbar Sudah Bersertifikat, Pengelolaan Dioptimalkan untuk Dongkrak PAD

Editor PI 20/07/2026
4d6c0e3a-0376-4b06-a185-fd4b92e63ed4
  • Lokal
  • News

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ria Norsan Ajak Atlet Kalbar Tiru Semangat La Furia Roja

Editor PI 20/07/2026

Berita Terbaru

  • Buron 4 Bulan, Paman yang Diduga Cabuli Keponakan Berusia 12 Tahun Ditangkap Polisi 20/07/2026
  • Harisson: 79,5 Persen Aset Tanah Pemprov Kalbar Sudah Bersertifikat, Pengelolaan Dioptimalkan untuk Dongkrak PAD 20/07/2026
  • Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ria Norsan Ajak Atlet Kalbar Tiru Semangat La Furia Roja 20/07/2026
  • Sekda Kalbar Minta Bapenda Berani Pasang Target PAD Lebih Tinggi 20/07/2026
  • Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Bersorak Saat Nobar di Jalan Rahadi Oesman Pontianak 20/07/2026
  • MPLS Sekolah Cerlang Pontianak Libatkan Orang Tua Bangun Sinergi Pendidikan 20/07/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

IMG_1590
  • Lokal
  • News

Buron 4 Bulan, Paman yang Diduga Cabuli Keponakan Berusia 12 Tahun Ditangkap Polisi

Editor PI 20/07/2026
c15a9dfc-0ba6-4ecb-bde3-4b52163e482f
  • Lokal
  • News

Harisson: 79,5 Persen Aset Tanah Pemprov Kalbar Sudah Bersertifikat, Pengelolaan Dioptimalkan untuk Dongkrak PAD

Editor PI 20/07/2026
4d6c0e3a-0376-4b06-a185-fd4b92e63ed4
  • Lokal
  • News

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ria Norsan Ajak Atlet Kalbar Tiru Semangat La Furia Roja

Editor PI 20/07/2026
93a07752-cbe5-45c0-8e8b-b0a793f78a47
  • Lokal
  • News

Sekda Kalbar Minta Bapenda Berani Pasang Target PAD Lebih Tinggi

Editor PI 20/07/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.