Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • Kisah Pak Teng, Pelukis Siluet Jokowi dengan Ampas Kopi
  • Lokal
  • News

Kisah Pak Teng, Pelukis Siluet Jokowi dengan Ampas Kopi

Editor PI 01/03/2024
IMG-20240301-WA0022

PONTIANAK INFORMASI, PONTIANAK – Harry Eko Rifanto (66) sama sekali tak menyangka lukisan ampas kopi karyanya langsung diterima oleh Presiden RI Jokowi.

Lukisan siluet wajah Jokowi yang dibuat dengan bahan dasar ampas bubuk kopi yang diglasur di atas karung goni bekas sebagai medianya dengan ukuran bingkai 30×30 centimeter, diserahkan Pj Wali Kota Pontianak Ani Sofian kepada Presiden Jokowi saat meninjau stand-stand pameran Inacraft di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (28/2/2024).

“Senang dan bangga rasanya karena lukisan Pak Jokowi yang saya buat dua tahun lalu akhirnya sekarang berada di tangan orangnya langsung,” ujarnya saat ditemui di Stand Kota Pontianak Paviliun Kalbar pada pameran Inacraft 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (29/2/2024).

Pak Teng, sapaan akrab Harry, mengungkapkan bahwa karya yang dibuatnya berbeda dengan yang dikerjakan seniman-seniman pelukis ampas kopi. Umumnya, lukisan dari kopi dibuat dengan alat kuas dan menggunakan air kopi. Di tangannya, lukisan itu dibuat menggunakan teknik glasur dengan bahan campuran ampas kopi dan lem khusus buatannya.

“Saya menggunakan ampas bubuk kopi dan alat yang saya gunakan plastik glasur yang familiar digunakan untuk menghias kue,” katanya.

Ide membuat lukisan dengan ampas kopi ini terbesit ketika Pontianak dibranding sebagai Kota Seribu Warung Kopi. Diperkuat lagi dengan dicanangkannya Jalan Gajah Mada sebagai Coffee Street. Pak Teng berpikir, semakin banyak warung kopi yang ada di kota ini, maka tentu banyak juga ampas kopi yang terbuang. Ide mengolah ampas kopi yang biasa dibuang oleh usaha warung kopi pun muncul dalam benaknya. Gambaran dalam pikirannya, bagaimana ampas kopi ini menjadi karya seni seperti lukisan.

Ia pun mulai mengumpulkan limbah ampas kopi. Bubuk ampas kopi itu terlebih dahulu dikeringkan dengan cara dijemur. Setelah ampas kopi itu kering, selanjutnya diayak hingga tersisa bubuk yang halus.

Bubuk yang telah diayak itu dicampur dengan lem khusus ciptaannya sehingga berbentuk seperti krim. Krim itu kemudian dimasukkan ke dalam plastik glasur dan dilanjutkan melukis dengan menggunakan glasur mengikuti bentuk gambar yang sudah didesain lebih dulu di atas karung goni. Untuk harga lukisan ampas kopi ukuran standar 30×30 centimeter dibanderol Rp300 ribu.

Sedangkan lukisan yang ditambah dengan hiasan biji kopi mengelilingi gambar utama, harganya dipatok Rp400 ribu. Apabila ada yang ingin memesan selain ukuran yang tersedia, harga menyesuaikan dengan ukuran yang diinginkan.

“Saya gunakan karung goni karena biasanya biji kopi itu kemasannya karung goni dan itu juga saya gunakan karung goni bekas,” tuturnya.

Pemanfaatan limbah ampas kopi maupun karung goni bekas ini bagi Pak Teng karena memang dirinya senang memanfaatkan limbah untuk dijadikan sesuatu yang bernilai. Tidak hanya ampas kopi, bahan-bahan kerajinan lainnya yang dibuat juga banyak dari alam sekitar misalnya ilalang, bunga rumput, limbah pohon, kulit kayu, botol bekas parfum, botol plastik dan sebagainya.

“Saya ingin mengurangi limbah atau barang-barang yang tidak terpakai, bagaimana sesuatu yang tadinya tidak dipandang orang, ketika dimanfaatkan menjadi lukisan atau kerajinan lainnya justru memberikan nilai tambah,” imbuhnya.

Tidak ada keinginan muluk dari sosok Pak Teng yang sederhana ini. Dia hanya ingin generasi muda terinspirasi dengan caranya memanfaatkan barang-barang tak terpakai menjadi sebuah karya yang bernilai dan memberikan pendapatan. Ia membuka kesempatan kepada siapa saja terutama anak-anak muda untuk belajar di galeri miliknya, baik itu lukisan ampas kopi maupun lukisan prada kain atau kerajinan-kerajinan kreatif lainnya..

“Saya siap mengajarkan siapa saja yang mau belajar, silakan datang ke Kian Galeri Mustang di Gang Belibis atau bisa hubungi melalui pesan ke akun Instagram @kian_wine_coffeeart,” ucapnya.

Pak Teng bercerita kalau di galerinya kerap menjadi tempat magang siswa sekolah kejuruan hingga mahasiswa. Ia mengaku senang jika melihat anak-anak muda tertarik belajar membuat kriya.

“Intinya, saya ingin mengajak orang untuk berkarya dan mencintai lingkungan dengan memanfaatkan limbah atau barang-barang tak terpakai,” ungkapnya.

Tidak hanya lukisan ampas kopi, dua tahun belakangan Pak Teng kembali menemukan ide, yakni lukisan prada kain. Berbeda dengan lukisan prada yang sudah ada lebih dulu, ia membuat lukisan dengan motif timbul atau emboss. Teknik melukis kain yang bisa diaplikasikan ke beberapa barang seperti pakaian, topi, sepatu dan barang-barang lain yang berbahan kain, masih menggunakan cara yang sama dengan lukisan ampas kopi.

“Hanya kalau lukisan prada kain, bahan yang digunakan adalah glitter berwarna yang disesuaikan dengan keinginan pemesan dan lem khusus yang saya oplos ,” imbuhnya.

Untuk melukis prada kain, ia menggunakan lem khusus yang berbeda dengan lukisan ampas kopi. Sebelum mulai melukis, bahan glitter dicampur dengan lem, kemudian hasil campuran itu dimasukkan ke dalam plastik glasur untuk dihias pada kain. Untuk kain yang dilukis prada, bisa yang polos atau yang sudah ada motifnya. Khusus kain yang masih polos, gambarnya terlebih dahulu didesain di atas kain menggunakan printing manual maupun digital. Sedangkan yang sudah ada motif atau desain gambar, bisa langsung dilukis dengan menggunakan teknik glasur mengikuti motif yang sudah ada.

“Sudah ada beberapa pengunjung di Pameran Inacraft ini yang memesan lukisan kain prada,” kata Pak Teng.

Kendati tidak sedikit karya Pak Teng yang sudah terjual, namun dirinya memang tidak memproduksi secara massal. Ia hanya membuat kerajinan berdasarkan pesanan. Kalau ada yang berminat, bisa request sesuai dengan keinginan.

“Jadi saya tidak menyediakan stok untuk dijual, kalaupun ada itu hanya untuk display,” tutupnya. (ap)

Tags: Kalbar Pemkot Pontianak Pontianak

Continue Reading

Previous: Pemprov Kalbar Sambut Positif Implementasi Multi Usaha Perhutanan Sosial bagi Masyarakat
Next: Wapres Ma’ruf Amin Apresiasi Penurunan Angka Stunting Kalbar

Related Stories

IMG_2310
  • Kesehatan
  • Lokal
  • News

Edukasi Kesehatan Mata, Optik Bintang Terang Gelar Cek Mata Gratis dan Bagikan Ratusan Kacamata

Editor PI 26/07/2026
6e0a8fe0-0d9c-41ba-a7b3-13e4a751e0d7
  • Info
  • Lokal
  • Teknologi

WiFi IndiHome 20 Mbps Cuma Rp170 Ribu, Khusus Pelanggan di Pontianak

Editor PI 24/07/2026
IMG_1994
  • Lokal
  • News

Bupati Sujiwo Sulap Bundaran Angkasa Pura Jadi Landmark Baru Gerbang Kubu Raya

Editor PI 24/07/2026

Berita Terbaru

  • Edukasi Kesehatan Mata, Optik Bintang Terang Gelar Cek Mata Gratis dan Bagikan Ratusan Kacamata 26/07/2026
  • Kota di Swiss Wajibkan Pemilik Anjing Bersihkan Air Kencing Peliharaan, Pelanggar Didenda Rp2,2 Juta 24/07/2026
  • Indonesia Kecam Serangan Houthi terhadap Kapal Komersial di Laut Merah 24/07/2026
  • Indonesia dan Negara Arab-Muslim Kompak Kutuk Serbuan Israel ke Masjid Al Aqsa 24/07/2026
  • Trump Ancam Minta Iran Bertanggung Jawab atas Setiap Serangan Houthi ke Arab Saudi 24/07/2026
  • Pesawat Amfibi Kenmore Air Jatuh di Washington, 11 Penumpang Selamat 24/07/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

IMG_2310
  • Kesehatan
  • Lokal
  • News

Edukasi Kesehatan Mata, Optik Bintang Terang Gelar Cek Mata Gratis dan Bagikan Ratusan Kacamata

Editor PI 26/07/2026
Kota di Swiss Wajibkan Pemilik Anjing Bersihkan Air Kencing Peliharaan, Pelanggar Didenda Rp2,2 Juta
  • Internasional

Kota di Swiss Wajibkan Pemilik Anjing Bersihkan Air Kencing Peliharaan, Pelanggar Didenda Rp2,2 Juta

Editor PI 24/07/2026
Indonesia Kecam Serangan Houthi terhadap Kapal Komersial di Laut Merah
  • Internasional

Indonesia Kecam Serangan Houthi terhadap Kapal Komersial di Laut Merah

Editor PI 24/07/2026
Pemerintah Siapkan Evakuasi 386 WNI di Iran Lewat Jalur Darat Setelah Status Siaga I Ditetapkan
  • Internasional

Indonesia dan Negara Arab-Muslim Kompak Kutuk Serbuan Israel ke Masjid Al Aqsa

Editor PI 24/07/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.