PONTIANAK INFORMASI.CO, Lokal – Keberanian untuk melangkah melampaui batas usia dan jenjang pendidikan ditunjukkan oleh Nabila Putri Agustina, siswi kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Pontianak, yang berpartisipasi dalam program Youth Abroad Expedition (YAE) di Malaysia. Meski masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, Nabila memilih terlibat langsung dalam kegiatan pendidikan dan sosial lintas negara.
Partisipasi Nabila dalam program tersebut menjadi pengalaman pertama baginya mengikuti agenda volunteering internasional. Ia terlibat langsung dalam berbagai aktivitas sosial bersama delegasi lain dan berinteraksi dengan masyarakat dari latar belakang yang beragam.
“Aku masih pelajar SMP, tapi aku punya mimpi besar untuk bisa bermanfaat bagi orang lain. Ikut kegiatan ini jadi pengalaman yang sangat berharga buat aku,” ungkap Nabila saat menceritakan pengalamannya.
Keputusan Nabila mengikuti program ini dilandasi keinginannya untuk berbagi dan belajar empati, terutama kepada anak-anak Indonesia yang tinggal di luar negeri. Selain itu, ia juga ingin mengenal budaya Malaysia secara lebih dekat.
“Buat aku, kegiatan ini bukan cuma soal pergi ke luar negeri, tapi tentang belajar empati, berbagi, dan membuka wawasan baru,” jelasnya.
Keberanian Nabila mengikuti volunteering internasional tidak muncul secara tiba-tiba. Sebelumnya, ia telah aktif dalam berbagai kegiatan edukasi karakter bagi anak-anak di Pontianak. Pengalaman tersebut menjadi bekal awal yang menguatkan niatnya untuk terlibat dalam kegiatan sosial dengan jangkauan yang lebih luas.
“Aku pernah terlibat dalam kegiatan edukasi karakter, dan dari situ aku merasa senang bisa berbagi ilmu. Waktu tahu ada program ini, aku langsung tertarik,” tuturnya.
Selama berada di Sanggar Bimbingan Meru, Malaysia, Nabila bersama para delegasi menjalankan beragam aktivitas edukatif. Kegiatan tersebut meliputi belajar bersama, bermain edukatif, hingga sesi berbagi cerita yang dirancang agar anak-anak merasa nyaman dan diperhatikan.
“Kami mengajar dengan cara yang seru supaya anak-anak tetap semangat, tapi juga merasa nyaman dan diperhatikan. Suasananya hangat seperti keluarga,” katanya.
Pengalaman berinteraksi langsung dengan anak-anak di sanggar meninggalkan kesan mendalam bagi Nabila. Ia mengaku banyak belajar tentang empati, kebersamaan, dan perjuangan hidup dari cerita-cerita yang ia temui selama program berlangsung.
“Aku jadi lebih banyak merenung dan belajar tentang arti bersyukur, empati, dan kerja sama dalam tim,” ujarnya.
Momen perpisahan menjadi salah satu pengalaman paling emosional bagi Nabila. Ia mengaku terharu saat anak-anak di sanggar menunjukkan kedekatan emosional yang kuat dengan para relawan.
“Anak-anak sampai menghadang pintu dan memeluk kami. Saat itu aku benar-benar merasa kehadiran kami berarti buat mereka,” ucapnya dengan haru.
Sepulang dari Malaysia, Nabila merasakan perubahan dalam cara pandangnya terhadap orang lain dan perbedaan. Ia mengaku menjadi lebih peka dan terbuka setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Aku jadi lebih menghargai orang lain dan belajar menyayangi tanpa melihat perbedaan. Mereka mengajarkan arti kebersamaan dan ketulusan,” katanya.
Atas kontribusi dan perannya selama program berlangsung, Nabila Putri Agustina juga berhasil meraih dua penghargaan, yakni The Best Team Collaboration dan The Most Impactful Education Project.
Ke depan, Nabila berharap program Youth Abroad Expedition dapat terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pelajar muda untuk berani terlibat dalam kegiatan sosial.
“Semoga program ini terus berjalan dan semakin banyak anak muda yang tergerak untuk ikut kegiatan sosial, karena dari sini kita bukan hanya memberi, tapi juga menerima banyak pelajaran hidup,” pungkasnya.
