Prosesi pengukuhan Guru Besar Untan di Auditorium Untan, Rabu (21/5/2025). (Dok. PIFA/Lydia Salsabila)
PONTIANAKINFORMASI.CO.ID, PONTIANAK – Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak mencetak sejarah dengan mengukuhkan sebanyak 23 Guru Besar dari berbagai bidang ilmu secara serentak. Prosesi pengukuhan berlangsung dalam dua sesi di Auditorium Untan, Rabu (21/5/2025), dan turut disertai penyampaian orasi ilmiah oleh para Guru Besar.
Rektor Untan, Prof. Garuda Wiko, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas pencapaian monumental ini. Ia menyebut pengukuhan serentak ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat posisi Untan sebagai institusi pendidikan tinggi unggulan, khususnya di wilayah Kalimantan Barat.
“Pengukuhan 23 Guru Besar ini merupakan pencapaian penting bagi Untan. Dengan penambahan Guru Besar ini, kami berharap riset dan inovasi di Untan semakin meningkat, sehingga mampu memberikan dampak nyata dalam pengembangan akademik dan solusi atas permasalahan di Kalimantan Barat,” ujar Prof. Garuda Wiko.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, pemerintah kabupaten/kota, serta dunia industri dan dunia usaha yang telah mendukung riset dan kajian para dosen Untan.
Prof. Garuda menegaskan bahwa Untan terus berkomitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan dan penelitian. Saat ini, kampus tersebut telah meraih akreditasi unggul secara institusi. Tak hanya itu, sebanyak 18 program studi di lingkungan Untan juga telah berakreditasi unggul.
“Tahun ini, kami menargetkan 12 program studi tambahan untuk memperoleh akreditasi internasional. Ini adalah bukti nyata komitmen Untan dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan kontribusi terhadap pembangunan daerah maupun nasional,” tambahnya.
Pengukuhan serentak ini menjadi tonggak sejarah yang tidak hanya menandai peningkatan kualitas akademik, tetapi juga memperkuat peran Untan dalam menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk tantangan yang dihadapi masyarakat.
