Generasi Anti Kekerasan (GAK)
PONTIANAK INFORMASI, Lokal – Event Bernama “VOICE UP” sukses digelar pada Jumat (31/10) di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura (UNTAN), Ruang E-Learning 3 & 4. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Komunitas Generasi Anti Kekerasan (GAK) Kalimantan Barat, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Pontianak, dan Satgas PPKPT UNTAN, yang bersatu untuk mengajak generasi muda berani bersuara melawan kekerasan serta menjadikan pengalaman hidup sebagai inspirasi perubahan.
Generasi Anti Kekerasan (GAK) sendiri merupakan gerakan anak muda Kalimantan Barat yang fokus pada pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan melalui edukasi, kampanye sosial, dan aksi komunitas. GAK lahir dari semangat anak muda Pontianak untuk menciptakan lingkungan yang aman, setara, dan bebas dari kekerasan, berlandaskan keyakinan bahwa “Anak muda bukan hanya agen perubahan, tetapi juga pemegang harapan.”
Kegiatan VOICE UP diikuti oleh 40 peserta dari kalangan pelajar SMA/SMK/MA sederajat di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, serta fasilitator yang merupakan para Duta dan Awardee berprestasi dari berbagai institusi di Kalimantan Barat. Suasana berlangsung hangat dan penuh semangat, menghadirkan ruang aman bagi peserta untuk berbagi, berekspresi, dan berkreasi.
“Dulu, saya pernah mengalami perundungan, hal itu sempat membuat saya terpuruk. Namun dari rasa sakit itu, saya belajar untuk bangkit dan menjadi lebih kuat. Kini, saya berani mengatakan: Hentikan Bullying!” Ar. Emiliya Kalsum, Ketua Satgas PPKPT UNTAN.
Sementara itu, Fatimah, S.Pd.I., Komisioner KPAD Pontianak, menyoroti pentingnya bijak dalam bermedia sosial. “Cyberbullying jauh lebih berbahaya daripada perundungan biasa. Karena yang ‘bekerja’ di baliknya adalah mesin, sementara kita hanya penggunanya. Cukup dengan satu jempol, kita bisa membuat jutaan orang menilai baik atau buruknya seseorang. Ingatlah, setiap perbuatan di dunia maya tidak akan pernah benar-benar hilang.”
Acara VOICE UP dikemas dalam tiga sesi utama yang interaktif dan inspiratif. Sesi pertama, Talkshow Inspiratif, menghadirkan Ar. Emiliya Kalsum, S.T., M.T., IAI., IPM. selaku Ketua Satgas PPKPT UNTAN dan Fatimah, S.Pd.I., Komisioner KPAD Pontianak, yang membahas isu kekerasan verbal dan cyberbullying. Sesi kedua, Workshop Painting bersama seniman Daranti Rahmadhani, menjadi sorotan karena para peserta dengan antusias menyalurkan ekspresi melalui lukisan bertema “Siluet”. Meski hampir seluruh peserta baru pertama kali melukis di atas kanvas, hasil karya mereka terlihat keren, penuh makna, dan menggugah semangat.
Sesi terakhir, Content Challenge, di mana peserta didampingi oleh para fasilitator untuk membuat video Edukasi Mencegah Kekerasan. Melalui pendampingan ini, peserta belajar menuangkan ide dan kreativitas dalam kampanye digital yang positif dan menginspirasi. Salah satu peserta, Angel dari SMK Negeri 1 Pontianak, mengatakan, “Dari setiap sesi saya belajar banyak hal baru. Awalnya ragu karena belum pernah melukis di kanvas, tapi ternyata seru dan membuat saya lebih berani mengekspresikan diri,” ujarnya.
Fasilitator kegiatan ini berasal dari berbagai Duta dan Awardee Kalimantan Barat, di antaranya: Syarifah Rabiah, Nola Aprilianti, Felesia Nabila Putri (Duta Anti Kekerasan UNTAN 2025), Muhammad Abdurrahman Harits (Duta Potensi Pemuda Indonesia Provinsi Kalbar 2025), Marwa Qatrunnada (Duta Inspirasi Kalimantan Barat 2024), Muhammad Iqbal (Indonesia Inspiring Student Award 2023), Muhammad Azril Adhika Putera (Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Barat) 2025), Meri Vista Anggraeni (Duta Genre Kab. Kubu Raya 2025), Dindya Syifa Adelia Putri (Puteri Kampus Kalimantan Barat 2025), dan Yunita Hoei Swan (Duta Aksi Nusantara Kalimantan Barat 2023).
Peserta berasal dari berbagai sekolah, seperti SMK Negeri 1 Pontianak, SMA Negeri 1 Sungai Raya, SMA Negeri 3 Pontianak, SMA Negeri 5 Pontianak, SMA Negeri 9 Pontianak, MAN 2 Pontianak, SMA Islam Bawari, SMA SANTUN UNTAN, dan SMKS Koperasi Pontianak.
Dalam sambutannya, Refa Suryana, Ketua Umum GAK Kalimantan Barat, menyampaikan pesan inspiratif: “Perubahan tidak akan terjadi jika kita hanya berdiam diri. Dibutuhkan keberanian, komitmen, dan aksi nyata dari kita semua. Tidak ada yang terlalu kecil atau terlalu besar dalam upaya mencegah kekerasan. Setiap langkah yang kita ambil hari ini adalah investasi untuk masa depan.”
Melalui kolaborasi antara GAK Kalimantan Barat, KPAD Pontianak, dan Satgas PPKPT UNTAN, kegiatan VOICE UP menjadi simbol bahwa melawan kekerasan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan gerakan bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat terutama generasi muda.
