Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • Nasional
  • Dirut KAI Blak-blakan Soal Whoosh Rugi Triliunan dan Sebut Bom Waktu
  • Nasional

Dirut KAI Blak-blakan Soal Whoosh Rugi Triliunan dan Sebut Bom Waktu

Tyo 22/08/2025
Dirut KAI Blak-blakan Soal Whoosh Rugi Triliunan dan Sebut Bom Waktu

Whoosh (Foto : bisnis.com)

PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin, secara terbuka mengungkap kondisi keuangan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) yang hingga kini masih membebani perusahaan dengan kerugian triliunan rupiah. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI pada Rabu, 20 Agustus 2025, Bobby menyebut proyek ini sebagai sebuah “bom waktu” yang harus segera ditangani secara serius.

Berdasarkan laporan keuangan PT KAI per 30 Juni 2025 (unaudited), entitas anak usaha KAI yaitu PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang menjadi pemegang saham mayoritas di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), mencatat kerugian hingga Rp 4,195 triliun sepanjang 2024. Kerugian berlanjut hingga semester I 2025 dengan tambahan kerugian Rp 1,625 triliun, sehingga total kerugian Whoosh sudah mencapai sekitar Rp 5,8 triliun sejak 2024 hingga pertengahan 2025.

Bobby mengungkapkan, “Kami akan koordinasi dengan Danantara untuk masalah KCIC ini, terutama kami dalami juga. Ini bom waktu,” sebagai respons atas beban utang yang membebani KAI dan potensi risiko terhadap keuangan negara apabila persoalan ini tidak segera diatasi. Kerugian yang terus berlanjut ini sebagian besar disebabkan tingginya utang yang harus dibayar kepada kreditur, terutama China Development Bank (CDB), ditambah beban bunga yang cukup besar.

Dalam pertemuan dengan DPR, Ketua Komisi VI Anggia Ermarini menyampaikan bahwa KAI sebenarnya berpotensi meraih laba, namun masalah utang Whoosh justru menjadi beban besar yang membuat KAI mengalami defisit. Anggota DPR lain, Darmadi Durianto, juga mengingatkan bahwa beban keuangan dari proyek ini sudah sangat berat dan mencapai triliunan rupiah dalam dua tahun terakhir.

Selain itu, ada desakan dari anggota DPR untuk manajemen KAI tidak hanya mengandalkan bantuan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anggara Nusantara (BPI Danantara) dalam menyelesaikan utang kereta cepat, melainkan mengambil langkah konkret untuk mengelola dan membayar utang secara mandiri agar beban keuangan tidak terus meningkat. Bobby menyatakan manajemen sedang mendalami kendala ini dan berkomitmen menyelesaikan persoalan agar tidak makin memperberat keuangan perusahaan.

Menurut laporan dari CNN Indonesia, total investasi proyek mencapai US$7,2 miliar atau sekitar Rp 116,5 triliun, ke depan perlunya strategi penyelamatan dan restrukturisasi utang yang tepat sangat penting agar proyek besar ini tidak menjadi beban fiskal yang membebani keuangan negara dan BUMN terkait.

Tags: KCIC KCIC bom waktu Kereta Cepat Whoosh whoosh rugi triliunan

Continue Reading

Previous: Tragis, Tubuh Bocah 4 Tahun di Sukabumi Dipenuhi Cacing Hingga Meninggal Dunia
Next: Hilang Saat Cari Pakis, Warga Sungai Ambawang Ditemukan Selamat

Related Stories

IMG_5007
  • Lokal
  • Nasional
  • News

SMAN 1 Pontianak Tolak LCC 4 Pilar MPR Digelar Ulang, Hormati Hasil dan Dukung SMAN 1 Sambas ke Nasional

Editor PI 15/05/2026
Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily memberikan penjelasan kepada wartawan di Magelang, Minggu (19/4/2026). ANTARA/Heru Suyitno
  • Nasional

Lemhannas Dorong Sinkronisasi Kebijakan Pusat-Daerah Lewat Retret Ketua DPRD

Editor PI 19/04/2026
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (tengah)
  • Nasional

Jusuf Kalla Minta Maaf Telat Klarifikasi, Tegaskan Ceramah UGM Soal Perdamaian

Editor PI 18/04/2026

Berita Terbaru

  • Norsan Prihatin Jembatan di Kubu Raya Ambruk, Pemprov Kalbar Kaji Langkah Penanganan 25/05/2026
  • Heboh Penemuan Bayi Dalam Tas di Sintang, Surat Sang Ibu Bikin Menyayat Hati 25/05/2026
  • Gubernur Ria Norsan Bakal Siapkan Regulasi Permudah Ekspor Ikan Silok Kalbar ke Luar Negeri 25/05/2026
  • Krisantus Kurniawan Resmi Pimpin Perbakin Kalbar, Target Cetak Atlet Berprestasi 25/05/2026
  • Suherdiyanto Resmi Pimpin FOPI Kalbar, Fokus Perkuat Pembinaan dan Prestasi Atlet 23/05/2026
  • Raker Wali Kota se-Kalimantan di Pontianak, Wako Edi: Bahas Penguatan Fiskal Daerah 23/05/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

db0992d9-f37d-4687-acd3-797162aec304
  • Lokal
  • News

Norsan Prihatin Jembatan di Kubu Raya Ambruk, Pemprov Kalbar Kaji Langkah Penanganan

Editor PI 25/05/2026
IMG_5945
  • Lokal
  • News

Heboh Penemuan Bayi Dalam Tas di Sintang, Surat Sang Ibu Bikin Menyayat Hati

Editor PI 25/05/2026
533d84c1-4653-456c-a56d-e2ccc2efa58b
  • Lokal
  • News

Gubernur Ria Norsan Bakal Siapkan Regulasi Permudah Ekspor Ikan Silok Kalbar ke Luar Negeri

Editor PI 25/05/2026
78555d09-9ad0-4ceb-b66b-c25c735d8c15
  • Lokal
  • News

Krisantus Kurniawan Resmi Pimpin Perbakin Kalbar, Target Cetak Atlet Berprestasi

Editor PI 25/05/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.