Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • Nasional
  • Tragis, Tubuh Bocah 4 Tahun di Sukabumi Dipenuhi Cacing Hingga Meninggal Dunia
  • Nasional

Tragis, Tubuh Bocah 4 Tahun di Sukabumi Dipenuhi Cacing Hingga Meninggal Dunia

Tyo 22/08/2025
Tragis, Tubuh Bocah 4 Tahun di Sukabumi Dipenuhi Cacing Hingga Meninggal Dunia

Ilustrasi cacing gelang. (Foto: Facebook/Harry Welling)

PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Kisah pilu datang dari Sukabumi, Jawa Barat, di mana seorang bocah berusia 4 tahun bernama Raya meninggal dunia setelah tubuhnya dipenuhi cacing gelang dalam jumlah sangat banyak. Peristiwa ini menggemparkan publik dan menjadi peringatan penting tentang masalah kecacingan yang masih menjadi ancaman kesehatan, terutama di kalangan anak-anak di Indonesia.

Raya dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis dan mengalami dehidrasi berat. Saat pemeriksaan medis, ditemukan cacing yang keluar dari hidung, anus, dan kemaluan bocah malang tersebut. Bahkan, dokter menemukan setidaknya satu kilogram cacing yang keluar dari tubuh Raya yang selama ini menggerogoti organ-organ vitalnya.

Menurut dr. Irfan, dokter IGD RSUD Syamsudin, cacing tersebut berasal dari infeksi parasit ascaris lumbricoides, yang lazimnya menyerang anak-anak melalui telur cacing yang tertelan dari makanan, minuman, atau tanah yang terkontaminasi telur cacing. “Infeksi bisa terjadi ketika telur cacing tertelan, baik melalui makanan, minuman, ataupun tangan yang kotor,” jelas dr. Irfan.

Infeksi cacing gelang yang dialami Raya sudah sangat parah, bahkan menyebar hingga ke paru-paru dan otak. Keberadaan cacing yang keluar dari hidung menunjukkan infeksi telah menyebar ke saluran pernapasan bagian atas. Komplikasi ini menyebabkan Raya mengalami gangguan kesadaran hingga akhirnya meninggal setelah menjalani perawatan intensif selama delapan hari di rumah sakit.

Kondisi keluarga Raya juga menjadi sorotan karena keterbatasan ekonomi dan ibunya diketahui mengalami ganguan jiwa. Bocah tersebut sehari-harinya bermain di tanah sekitar rumah panggung mereka, yang memungkinkan infeksi cacing terjadi karena lingkungan yang kurang bersih dan sanitasi yang buruk.

Penanganan medis terlambat membuat kondisi infeksi semakin parah. Menurut keterangan dari beberapa pihak, bocah tersebut awalnya hanya diobati dengan cara tradisional sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit oleh relawan sosial.

Pakar kesehatan menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi, serta memperhatikan pola hidup bersih seperti mencuci tangan sebelum makan. Penularan cacing gelang umumnya terjadi melalui telur cacing yang menempel pada tanah atau makanan yang tidak bersih. Anak-anak yang bermain di tanah tanpa mencuci tangan berisiko tinggi terinfeksi.

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama, menyatakan bahwa perlu ada analisa mendalam mengenai penyebab kematian dan kondisi lingkungan sekitar. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya edukasi dan tindakan preventif agar kasus serupa tidak terulang, terutama di daerah dengan kondisi sanitasi yang masih kurang memadai.

Tags: Bocah 4 tahun cacingan Bocah Meninggal Cacingan Kesehatan

Continue Reading

Previous: Dua Pria di Pontianak Ditangkap Polisi Usai Gondol Bibit Lele Senilai Rp25 Juta
Next: Dirut KAI Blak-blakan Soal Whoosh Rugi Triliunan dan Sebut Bom Waktu

Related Stories

IMG_5007
  • Lokal
  • Nasional
  • News

SMAN 1 Pontianak Tolak LCC 4 Pilar MPR Digelar Ulang, Hormati Hasil dan Dukung SMAN 1 Sambas ke Nasional

Editor PI 15/05/2026
Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily memberikan penjelasan kepada wartawan di Magelang, Minggu (19/4/2026). ANTARA/Heru Suyitno
  • Nasional

Lemhannas Dorong Sinkronisasi Kebijakan Pusat-Daerah Lewat Retret Ketua DPRD

Editor PI 19/04/2026
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (tengah)
  • Nasional

Jusuf Kalla Minta Maaf Telat Klarifikasi, Tegaskan Ceramah UGM Soal Perdamaian

Editor PI 18/04/2026

Berita Terbaru

  • Lahan Kian Menyusut, Petani di Pontianak Utara Tetap Menanam Jagung di Tengah Gempuran Perumahan 25/05/2026
  • Edi Kamtono Optimalkan Lahan Kosong untuk Produksi Jagung dan Pangan Lokal 25/05/2026
  • Dirjen Kemendagri Fatoni: Pemda Harus Kurangi Belanja Tak Penting dan Fokus Sejahterakan Masyarakat 25/05/2026
  • Pria Diduga Lompat dari Jembatan Kapuas I ke Sungai Kapuas Ditemukan Meninggal Dunia 25/05/2026
  • Norsan Prihatin Jembatan di Kubu Raya Ambruk, Pemprov Kalbar Kaji Langkah Penanganan 25/05/2026
  • Heboh Penemuan Bayi Dalam Tas di Sintang, Surat Sang Ibu Bikin Menyayat Hati 25/05/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

8a38061c-3362-4790-b142-e691ea8a84cf
  • Lokal
  • News

Lahan Kian Menyusut, Petani di Pontianak Utara Tetap Menanam Jagung di Tengah Gempuran Perumahan

Editor PI 25/05/2026
3cb0a19f-ab98-4c1f-b95e-ad9c6d05c49f
  • Lokal
  • News

Edi Kamtono Optimalkan Lahan Kosong untuk Produksi Jagung dan Pangan Lokal

Editor PI 25/05/2026
IMG_5756
  • Lokal
  • News

Dirjen Kemendagri Fatoni: Pemda Harus Kurangi Belanja Tak Penting dan Fokus Sejahterakan Masyarakat

Editor PI 25/05/2026
a810a1b7-89d3-487d-93e9-7e5010446b83
  • Lokal
  • News

Pria Diduga Lompat dari Jembatan Kapuas I ke Sungai Kapuas Ditemukan Meninggal Dunia

Editor PI 25/05/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.