Ilustrasi cacing gelang. (Foto: Facebook/Harry Welling)
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Kisah pilu datang dari Sukabumi, Jawa Barat, di mana seorang bocah berusia 4 tahun bernama Raya meninggal dunia setelah tubuhnya dipenuhi cacing gelang dalam jumlah sangat banyak. Peristiwa ini menggemparkan publik dan menjadi peringatan penting tentang masalah kecacingan yang masih menjadi ancaman kesehatan, terutama di kalangan anak-anak di Indonesia.
Raya dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis dan mengalami dehidrasi berat. Saat pemeriksaan medis, ditemukan cacing yang keluar dari hidung, anus, dan kemaluan bocah malang tersebut. Bahkan, dokter menemukan setidaknya satu kilogram cacing yang keluar dari tubuh Raya yang selama ini menggerogoti organ-organ vitalnya.
Menurut dr. Irfan, dokter IGD RSUD Syamsudin, cacing tersebut berasal dari infeksi parasit ascaris lumbricoides, yang lazimnya menyerang anak-anak melalui telur cacing yang tertelan dari makanan, minuman, atau tanah yang terkontaminasi telur cacing. “Infeksi bisa terjadi ketika telur cacing tertelan, baik melalui makanan, minuman, ataupun tangan yang kotor,” jelas dr. Irfan.
Infeksi cacing gelang yang dialami Raya sudah sangat parah, bahkan menyebar hingga ke paru-paru dan otak. Keberadaan cacing yang keluar dari hidung menunjukkan infeksi telah menyebar ke saluran pernapasan bagian atas. Komplikasi ini menyebabkan Raya mengalami gangguan kesadaran hingga akhirnya meninggal setelah menjalani perawatan intensif selama delapan hari di rumah sakit.
Kondisi keluarga Raya juga menjadi sorotan karena keterbatasan ekonomi dan ibunya diketahui mengalami ganguan jiwa. Bocah tersebut sehari-harinya bermain di tanah sekitar rumah panggung mereka, yang memungkinkan infeksi cacing terjadi karena lingkungan yang kurang bersih dan sanitasi yang buruk.
Penanganan medis terlambat membuat kondisi infeksi semakin parah. Menurut keterangan dari beberapa pihak, bocah tersebut awalnya hanya diobati dengan cara tradisional sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit oleh relawan sosial.
Pakar kesehatan menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi, serta memperhatikan pola hidup bersih seperti mencuci tangan sebelum makan. Penularan cacing gelang umumnya terjadi melalui telur cacing yang menempel pada tanah atau makanan yang tidak bersih. Anak-anak yang bermain di tanah tanpa mencuci tangan berisiko tinggi terinfeksi.
Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama, menyatakan bahwa perlu ada analisa mendalam mengenai penyebab kematian dan kondisi lingkungan sekitar. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya edukasi dan tindakan preventif agar kasus serupa tidak terulang, terutama di daerah dengan kondisi sanitasi yang masih kurang memadai.
