PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengadakan pertemuan dengan delapan orang perwakilan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai aplikasi, seperti Gojek, Grab, Maxim, dan inDrive, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Minggu (31/8/2025). Pertemuan ini digelar di tengah sorotan dan kontroversi akibat kasus tewasnya Affan Kurniawan, seorang driver ojol, yang menjadi perhatian publik.
Dalam pertemuan tersebut, Gibran mendengarkan langsung aspirasi dan harapan para pengemudi ojol, terutama mengenai upaya menciptakan situasi yang kondusif setelah aksi demonstrasi serta penanganan kasus hukum terkait insiden yang menimpa almarhum Affan Kurniawan. Gibran merespon positif harapan para ojol tersebut, menegaskan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan mereka.
Salah satu pengemudi yang ikut bertemu Gibran, Riska Amelia, seorang lady ojol dari Grab yang telah aktif sejak 2016, menegaskan bahwa dirinya dan rekan-rekan yang diundang benar-benar pengemudi aktif. Ia menantang netizen yang meragukan identitas para ojol itu untuk bertemu langsung dengannya, “E untuk yang enggak percaya sama saya, Ojol, ayo kita ngopi bareng yuk,” katanya dilansir TribunJakarta.com.
Meski demikian, pertemuan ini memicu polemik di masyarakat. Beberapa asosiasi driver seperti Garda Indonesia mempertanyakan keabsahan para perwakilan tersebut dan menyebut bahwa mereka bukanlah wakil resmi komunitas ojol yang dikenal. Ketua Garda Indonesia cabang Surakarta, Josafat Satrijawibawa, bahkan mengungkapkan bahwa mereka yang bertemu Gibran hanya menjadi “boneka” dalam acara tersebut dan tidak mewakili komunitas sebenarnya.
Pihak Grab sendiri memberikan klarifikasi bahwa undangan dari Kantor Wakil Presiden memang diperuntukkan bagi mitra pengemudi yang benar-benar aktif dan dipercaya dalam komunitas mereka. Tirza Munusamy, Chief of Public Affairs Grab Indonesia, mengatakan, “Kami memandang undangan ini sebagai kesempatan penting bagi para mitra pengemudi untuk menyampaikan pengalaman dan harapan mereka secara langsung.”
Pertemuan ini menjadi sorotan luas, dengan berbagai pendapat publik yang mempertanyakan tujuan dan efektivitas dialog tersebut di tengah momentum kasus tewasnya Affan dan aksi solidaritas driver ojol di Monas yang masih berlangsung.
