Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • Nasional
  • Ibu-Ibu Cigobang Murka Cabut Paksa Ratusan Pohon Sawit di Bukit karena Ingkar Janji Perusahaan
  • Nasional

Ibu-Ibu Cigobang Murka Cabut Paksa Ratusan Pohon Sawit di Bukit karena Ingkar Janji Perusahaan

Tyo 20/01/2026
Ibu-Ibu Cigobang Murka Cabut Paksa Ratusan Pohon Sawit di Bukit karena Ingkar Janji Perusahaan

Foto: Metro TV

PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Sejumlah ibu rumah tangga dan warga Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menggelar aksi unjuk rasa sengit pada Jumat (16/1/2026) di kawasan Bukit Cigobang. Mereka secara mandiri mencabut belasan hingga ratusan pohon kelapa sawit yang ditanam secara ilegal di area perbukitan tersebut. Aksi ini dipicu oleh kekecewaan mendalam karena perusahaan pengelola lahan gagal memenuhi janji pencabutan tanaman pada tenggat 15 Januari 2026.
​
Dilansir dari Kompas TV, aksi tersebut melibatkan ibu-ibu yang menggunakan alat seadanya untuk mencabut pohon sawit setinggi 50-80 cm, sambil mengancam melanjutkan jika tuntutan tak dipenuhi. Warga menolak keras penanaman sawit seluas lebih dari dua hektare di kawasan hutan resapan air, yang berpotensi merusak lingkungan dan mengancam pasokan air bersih masyarakat. Ketua RW 02 Desa Cigobang, Sara, menegaskan, “Sawit itu ditanam tanpa izin, ilegal. Sekarang malah minta ganti rugi. Kami menolak keras.”
​
Situasi memanas setelah perusahaan meminta ganti rugi Rp15.000 per pohon, yang dinilai memberatkan warga. Warga Cigobang khawatir sawit memicu krisis air, longsor, dan kekeringan, karena sumur bor sedalam puluhan meter pun sering kering. Ibu Rohana, salah satu demonstran, menyatakan kekhawatirannya untuk generasi mendatang akibat ancaman ekosistem yang rusak.
​
Kepala Desa Cigobang, M. Abdul Zei, mengakui persoalan ini telah mandek selama hampir satu bulan meski telah ada musyawarah dan dialog intensif. Pemerintah desa menahan warga agar tidak anarkis, tetapi kesabaran habis setelah penundaan berulang dari perusahaan yang alasan belum siap lokasi pemindahan. Desa meminta bantuan Satpol PP untuk pencabutan bertahap dan melindungi warga dari intimidasi.
​
Penolakan sawit di Jawa Barat bukan hal baru, sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Dedi Mulyadi yang melarang penanaman kelapa sawit di provinsi tersebut demi lindungi kawasan hutan lindung. Bupati Cirebon telah turun langsung mendukung warga dan mendorong pengalihan ke tanaman lain seperti pohon buah produktif. Perhutani juga menyatakan izin penanaman sawit di Bukit Cigobang tidak jelas sejak awal.
​
Aksi warga Cigobang mencerminkan perjuangan gotong royong untuk jaga kelestarian lingkungan, di mana emak-emak memimpin barisan dengan tangan kosong tapi tekad kuat. Meski proses pencabutan sulit karena akar kuat, belasan pohon berhasil dibuang, dan ratusan lainnya terancam jika tak ada tindak lanjut cepat. Warga menegaskan ini soal masa depan kampung, bukan sekadar tanaman.

Tags: Cigobang Ibu Ibu Ibu Ibu Cabut Pohon Sawit Janji Palsu Pohon Sawit

Continue Reading

Previous: Momen Mencekam Raffi Ahmad di Helikopter: Nyaris Jatuh Akibat Kabut Tebal Bali Utara
Next: Pemkab Kubu Raya Pastikan Logistik Karhutla Ditanggung Negara, Sujiwo: Petugas Jangan Keluar Uang Sendiri

Related Stories

Lamine Yamal. Reuters
  • Nasional

Lamine Yamal Muncul di Drone Iran yang Menargetkan Pangkalan Militer AS

Editor PI 24/07/2026
Prabowo
  • Nasional

Prabowo Yakin PDIP Akan Bersama Pemerintah Membela Bangsa

Editor PI 24/07/2026
Presiden Prabowo
  • Nasional

Prabowo Dijadwalkan Buka Kongres Umat Islam Indonesia VIII Sore Ini

Editor PI 24/07/2026

Berita Terbaru

  • Meet On Friday, Band Metalcore Modern asal Pontianak Rilis Single Pertama ‘Sabda’ 11/08/2026
  • Penjual Jamu Keliling Sarankan Minum Jahe Untuk Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Kabut Asap 11/08/2026
  • Kemarau Panjang Bikin Air PDAM Pontianak Mulai Asin dan Payau, Warga Diimbau Hemat Air 11/08/2026
  • Tak Hanya Sesak Napas, Kabut Asap Karhutla Juga Bisa Bikin Diare Lewat Air Payau 11/08/2026
  • Gubernur Ria Norsan Dukung IAIN Pontianak Naik Status Jadi UIN 11/08/2026
  • Karhutla Hanguskan 28 Ribu Hektare di Kalbar, Gubernur Norsan Minta Semua Pihak Siaga Penuh 11/08/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

ac50f24a-7f04-4769-a6ec-80464d99ab0d
  • Info
  • Lokal
  • News

Meet On Friday, Band Metalcore Modern asal Pontianak Rilis Single Pertama ‘Sabda’

Editor PI 11/08/2026
IMG_4739
  • Lokal
  • News

Penjual Jamu Keliling Sarankan Minum Jahe Untuk Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Kabut Asap

Editor PI 11/08/2026
B04B8C49-7048-4B50-8527-1E80C64D48F7
  • Lokal
  • News

Kemarau Panjang Bikin Air PDAM Pontianak Mulai Asin dan Payau, Warga Diimbau Hemat Air

Editor PI 11/08/2026
IMG_4767
  • Lokal
  • News

Tak Hanya Sesak Napas, Kabut Asap Karhutla Juga Bisa Bikin Diare Lewat Air Payau

Editor PI 11/08/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.