Kwik Kian Gie (Foto : kwikkiangie.ac.id)
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Jenazah Kwik Kian Gie dikremasi pada Kamis, 31 Juli 2025, dengan diawali upacara perabuan secara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan kontribusinya bagi bangsa. Upacara kremasi ini berlangsung secara tertutup dan hanya dihadiri oleh keluarga dekat almarhum.
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, sempat melayat ke rumah duka di Kompleks RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, pada Rabu siang untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Kwik Kian Gie. Presiden tiba sekitar pukul 13.30 WIB dan memberikan penghormatan serta doa di ruang persemayaman jenazah.
Suasana duka turut dirasakan oleh berbagai tokoh nasional yang mengirimkan karangan bunga sebagai tanda penghormatan, termasuk Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan sejumlah menteri serta pejabat tinggi negara lainnya.
Kwik Kian Gie, yang wafat pada usia 90 tahun di Rumah Sakit Medistra akibat gangguan pencernaan, merupakan tokoh ekonom senior yang dikenal luas. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas pada masa Presiden Abdurrahman Wahid serta Menteri Koordinator Perekonomian di era Presiden Megawati Soekarnoputri. Kiprahnya selama dua era pemerintahan dan masa transisi Orde Baru ke Reformasi menempatkan Kwik sebagai pemikir penting dalam dunia ekonomi dan politik Indonesia.
Upacara kremasi diadakan di Rumah Duka Sentosa yang juga memiliki fasilitas krematorium. Meskipun upacara perabuan militer digelar secara resmi sebagai penghormatan kenegaraan, kremasi itu sendiri bersifat privat dan terbatas untuk keluarga saja. Hal ini sesuai dengan keinginan keluarga almarhum yang ingin menjaga prosesi tetap khidmat dan privat.
Selain kiprah politiknya, Kwik Kian Gie juga memiliki kontribusi besar dalam pendidikan Indonesia. Ia mendirikan Institut Bisnis dan Informatika Indonesia, mengokohkan perannya sebagai tokoh nasional yang berpengaruh di berbagai bidang.
Kepergian Kwik Kian Gie meninggalkan duka mendalam bagi banyak kalangan. Ia dikenang sebagai pejuang ekonomi yang kritis dan berdedikasi tinggi. Momentum upacara kremasi dan penghormatan militer menjadi bukti penghargaan atas dedikasi almarhum yang telah memberikan sumbangan besar bagi bangsa dan negara.
