(Foto : Handout / Geophysical Service of the Russian Academy of Sciences / AFP)
PONTIANAK INFORMASI, Internasional – Semenanjung Kamchatka, Rusia, diguncang gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 8,8 pada Rabu, 30 Juli 2025. Gempa ini menjadi yang terkuat di dunia sejak bencana gempa dan tsunami di Tohoku, Jepang, 11 Maret 2011 lalu. Gempa tersebut terjadi sekitar pukul 08.27 WIB, dengan kedalaman mencapai lebih dari 19km dan pusat guncangan berada sekitar 119km dari kota Petropavlovsk, Kamchatka.
Dilansir dari Kompas.com, Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia mengonfirmasi bahwa, “Gempa bumi pada Rabu (30/7/2025) itu menjadi yang terkuat melanda Kamchatka sejak 1952.” Wilayah Kamchatka sendiri merupakan bagian dari Cincin Api Pasifik yang memang dikenal rawan gempa dan letusan gunung berapi.
Guncangan kuat tersebut memicu gelombang tsunami yang meluas hingga ke beberapa negara lain, di antaranya Jepang, Amerika Serikat, hingga pantai-pantai Indonesia bagian timur. Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat gelombang tsunami setinggi 1,3 meter menerjang area pelabuhan di Prefektur Iwate, dan peringatan tsunami sempat dikeluarkan untuk wilayah pesisir negeri Sakura itu.
Sedangkan di Amerika Serikat, gelombang tsunami setinggi 1,2 meter tercatat menghantam pantai Hawaii, seperti diberitakan media Kompas. Sejumlah wilayah di Indonesia timur juga masuk dalam kategori waspada tsunami, meskipun BMKG memastikan kekuatan gelombang akan jauh melemah akibat jarak yang sangat jauh dari pusat gempa di Rusia.
Evakuasi warga berjalan cepat dan sistem peringatan dini tsunami Rusia dinilai efektif, sehingga korban jiwa dapat diminimalisir. Pemerintah setempat mengonfirmasi bahwa sebagian warga kota Severo-Kurilsk di Rusia telah dievakuasi beberapa saat setelah gempa terjadi, sementara beberapa fasilitas seperti taman kanak-kanak mengalami kerusakan akibat guncangan dan terjangan air laut.
Meski tidak ada laporan korban jiwa, sejumlah orang dilaporkan mengalami luka-luka saat berupaya menyelamatkan diri dari guncangan hebat. Rumah-rumah juga mengalami kerusakan parah, terutama yang berada di kawasan pesisir Kamchatka.
