Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • Nasional
  • Nenek Saudah Babak Belur Dihajar Penambang Ilegal di Lahan Sendiri, Polisi Diminta Usut Tuntas
  • Nasional

Nenek Saudah Babak Belur Dihajar Penambang Ilegal di Lahan Sendiri, Polisi Diminta Usut Tuntas

Tyo 07/01/2026
Nenek Saudah Babak Belur Dihajar Penambang Ilegal di Lahan Sendiri, Polisi Diminta Usut Tuntas

Foto: Tribun

PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Seorang nenek berusia 68 tahun bernama Saudah menjadi korban penganiayaan sadis karena menentang aktivitas tambang emas ilegal di lahan miliknya sendiri di Jorong Lubuak Aro, Nagari Matinggi Utara, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.
​
Anak korban, Iswadi Lubis (45), menceritakan kronologi kejadian tersebut. “Bunda saya berangkat ke lokasi pada Kamis malam (1/1/2026). Namun, dalam perjalanan, ia dilempari batu dan dipukuli hingga pingsan,” ungkap Iswadi saat dihubungi Kompas.com pada Selasa (6/1/2026).
​
Insiden bermula saat Nenek Saudah menerima informasi tentang keberadaan penambang di lahan miliknya. Siang hari, ia sudah meminta para pekerja menghentikan aktivitas tersebut, meski sempat diindahkan sementara. Namun, malam harinya, para penambang kembali beroperasi, memicu Nenek Saudah mendatangi lokasi lagi dengan membawa senter.
​
​Nenek Saudah mengaku, “Saya datang dan menyorot pakai senter. Tiba-tiba saya dilempari batu banyak sekali sampai ke pinggir sungai. Setelah itu saya tidak sadar lagi.” Akibat serangan itu, wajahnya mengalami luka parah, sembab, dan tubuh memar-memar hingga pingsan di pinggir sungai.
​
Para pelaku bahkan membuang tubuh Nenek Saudah yang tak sadarkan diri ke semak-semak, nyaris merenggut nyawanya. Keluarga segera menolong dan melaporkan kejadian ke polisi pada Senin (5/1/2026). Kasus ini kini menjadi perhatian publik karena menunjukkan ancaman tambang ilegal terhadap warga sipil.
​
LBH Padang memberikan kecaman keras atas kejadian ini. Kepala Divisi Kampanye LBH Padang, Calvin Nanda Permana, menyatakan, “Seolah-olah mereka penambang emas ilegal sudah berkuasa di sana. Ini tidak boleh dibiarkan.” Ia mendesak polisi usut tuntas penganiayaan sekaligus tutup tambang ilegal yang sudah beroperasi setahun.
​
Aktivitas tambang emas tanpa izin ini merusak lingkungan dan mata pencaharian warga. “Dalam setahun belakangan usaha keramba ikan warga mati akibat air sungai keruh yang diduga disebabkan karena aksi penambangan ilegal ini,” tambah Calvin, dilansir Tribunnews.com. Kejadian ini menjadi pengingat urgensi penegakan hukum terhadap praktik ilegal yang meresahkan masyarakat.

Tags: Nenek Dihajar Nenek Saudah Penambangan Ilegal Tambang Ilegal

Continue Reading

Previous: Pelaku Akui Bawa Kabur Gadis 15 Tahun Asal Jongkat, Sebut Korban Takut Pulang ke Rumah
Next: Erwin Desak Kejaksaan Segera Periksa Wali Kota Bandung Farhan atas Dugaan Korupsi

Related Stories

6b14877a-2b4d-4e9a-8d90-fac85e9becf3
  • Lokal
  • Nasional
  • News

Calon Manajer Kopdes Asal Singkawang Meninggal Dunia, Sempat Sesak Napas usai Belajar di Kelas

Editor PI 29/06/2026
Dua Mobil Patroli Polisi Dirusak OTK Usai Pengamanan HUT Jakarta di Bundaran HI
  • Nasional

Dua Mobil Patroli Polisi Dirusak OTK Usai Pengamanan HUT Jakarta di Bundaran HI

Editor PI 23/06/2026
LPSK Beri Perlindungan Darurat untuk Korban Penyekapan di Bandung, Komnas Perempuan Kecam Kekerasan
  • Nasional

LPSK Beri Perlindungan Darurat untuk Korban Penyekapan di Bandung, Komnas Perempuan Kecam Kekerasan

Editor PI 23/06/2026

Berita Terbaru

  • Syarif Abdullah: Tol Pontianak-Kijing Bukan Dicoret dari PSN, Memang Belum Masuk Daftar Proyek Nasional 16/07/2026
  • Banggar DPR RI Serap Keluhan Pemda di Kalbar, DBH hingga Gaji Pegawai Jadi Sorotan 16/07/2026
  • Tak Berpenampilan Bak “Noni Belanda” Sarifah Suraidah Tampil Seba Hitam Saat Kunker ke Kalbar 16/07/2026
  • Tiket Pesawat Naik, Penumpang Kapal Pelni Pontianak Melonjak saat Libur Sekolah 16/07/2026
  • Hari Kedua Pencarian, Bocah 10 Tahun yang Jatuh ke Sungai Landak Ditemukan Tak Bernyawa 16/07/2026
  • Musim Buah Bikin Sampah di Pontianak Naik 20 Persen, DLH Tambah Armada Angkut 16/07/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

IMG_1178
  • Lokal
  • News

Syarif Abdullah: Tol Pontianak-Kijing Bukan Dicoret dari PSN, Memang Belum Masuk Daftar Proyek Nasional

Editor PI 16/07/2026
IMG_1168
  • News

Banggar DPR RI Serap Keluhan Pemda di Kalbar, DBH hingga Gaji Pegawai Jadi Sorotan

Editor PI 16/07/2026
IMG_1171
  • News

Tak Berpenampilan Bak “Noni Belanda” Sarifah Suraidah Tampil Seba Hitam Saat Kunker ke Kalbar

Editor PI 16/07/2026
IMG_1132
  • Lokal
  • News

Tiket Pesawat Naik, Penumpang Kapal Pelni Pontianak Melonjak saat Libur Sekolah

Editor PI 16/07/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.