(Foto : Antara HO/Net)
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini dikenal memberikan makanan siap santap kepada siswa sekolah dasar di Tangerang Selatan kini menjadi sorotan publik setelah menu MBG diganti dengan beras mentah dan bahan mentah lainnya. Kejadian ini viral di media sosial setelah seorang pengguna membagikan foto paket MBG berisi beras mentah, ikan asin, kacang-kacangan, serta buah jeruk dan pisang yang dikemas untuk kebutuhan lima hari ke depan.
Pemberian beras mentah ini memicu beragam kritik dari warganet yang mempertanyakan efektivitas program yang seharusnya mendukung gizi anak sekolah dengan makanan siap santap, bukan bahan mentah yang harus diolah sendiri. Menanggapi hal ini, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yasmit Ciputat Timur, A.
Basiro, menjelaskan bahwa pemberian beras dalam bentuk mentah merupakan keputusan logistik yang bertujuan menjaga kualitas dan daya simpan bahan makanan agar bisa dibawa pulang dan disimpan lebih lama. Langkah ini juga dianggap sebagai penyesuaian terhadap kondisi sekolah yang sedang libur atau menjalani ujian sehingga siswa tetap menerima manfaat program MBG meski tidak ada kegiatan belajar mengajar secara penuh.
Dilansir dari Kompas.com, kebijakan ini belum menjadi aturan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN). Pihak BGN menyatakan belum ada kebijakan resmi yang mengatur pemberian MBG dalam bentuk bahan mentah seperti yang dilakukan oleh SPPG Yasmit. Sementara itu, sejumlah anggota DPR menyindir kebijakan ini karena dianggap seperti pembagian sembako, bukan program yang benar-benar mendorong perbaikan gizi anak dengan makanan siap konsumsi.
Program MBG sendiri merupakan program pemerintah yang pada tahun 2025 dialokasikan anggaran besar, dengan tujuan memberikan makanan bergizi kepada siswa sekolah demi mendukung kesehatan dan perkembangan mereka. Namun, perubahan model distribusi MBG menjadi bahan mentah ini menimbulkan perdebatan mengenai efektivitas dan tujuan program tersebut.
Pemerintah dan pihak terkait diharapkan memberikan klarifikasi dan solusi agar program MBG dapat berjalan sesuai tujuan awal, yakni memberikan makanan bergizi yang siap dikonsumsi untuk anak-anak sekolah, bukan hanya bahan mentah yang harus diolah sendiri oleh keluarga siswa.
