(Foto : Instagram)
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Kasus video viral yang menampilkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati seolah-olah menyebut guru sebagai beban negara menjadi perbincangan hangat di media sosial pada pekan ketiga Agustus 2025. Namun, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan tegas membantah dan menyatakan bahwa video tersebut merupakan hoaks hasil manipulasi teknologi deepfake.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Deni Surjantoro, menjelaskan bahwa Sri Mulyani sama sekali tidak pernah menyebut guru sebagai beban negara. “Faktanya, saya tidak pernah menyatakan bahwa guru adalah beban negara,” ungkapnya diakun Instagramnya.
Video viral itu merupakan potongan yang tidak utuh dari pidato Sri Mulyani saat Forum Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di ITB pada 7 Agustus 2025, yang sudah diedit secara digital sehingga menghasilkan kesan seolah-olah pernyataan tersebut keluar dari mulutnya secara langsung.
Dalam pidatonya yang sebenarnya, Sri Mulyani mengakui adanya keluhan mengenai gaji guru dan dosen yang masih rendah, dan ia menyebut hal ini sebagai tantangan bagi keuangan negara. Namun, ia mempertanyakan apakah seluruh pembiayaan gaji guru dan dosen harus sepenuhnya ditanggung oleh keuangan negara atau ada kemungkinan partisipasi masyarakat. Meski demikian, Sri Mulyani tidak menjelaskan lebih jauh bentuk partisipasi yang dimaksud.
Pernyataan asli Sri Mulyani berbunyi, “Banyak di media sosial saya selalu mengatakan, menjadi dosen atau menjadi guru tidak dihargai karena gajinya nggak besar, ini salah satu tantangan bagi keuangan negara. Apakah semuanya harus keuangan negara ataukah ada partisipasi dari masyarakat?”
Kementerian Keuangan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan anggaran pendidikan yang termasuk gaji dan tunjangan guru serta dosen. Mereka menilai bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang penting untuk masa depan bangsa dan guru serta dosen adalah pilar utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Video viral yang menyesatkan ini memicu kemarahan dan kekecewaan di kalangan pendidik karena dinilai bisa melemahkan semangat guru dan dosen yang selama ini berdedikasi tinggi. Namun, klarifikasi resmi ini memastikan bahwa Sri Mulyani menghargai profesi guru dan tidak pernah berniat menyebut mereka sebagai beban negara. Pemerintah pun diharapkan mampu memberikan kejelasan dan dukungan nyata bagi peningkatan kesejahteraan pendidik yang merupakan amanat konstitusi negara.
