Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • Glorio Sanen: Mitigasi Perubahan Iklim di Kalbar Harus Diawali Pengakuan Hak Masyarakat Adat
  • News

Glorio Sanen: Mitigasi Perubahan Iklim di Kalbar Harus Diawali Pengakuan Hak Masyarakat Adat

Editor PI 29/01/2026
1dc70b71-f151-44e5-ab37-ec6e57ac6fe8

PONTIANAK – Presidium Dewan Kehutanan Nasional Kalimantan Barat, Glorio Sanen, menegaskan program mitigasi perubahan iklim dan pengelolaan hutan di Kalimantan Barat yang dilakukan lewat Kick Off Program RBP REDD+ GCF, tidak boleh berhenti pada agenda seremonial semata.

Menurutnya, tingginya laju deforestasi menjadi alarm serius meski selama ini kerap diklaim kondisi hutan masih aman.

“Ini kan agenda mitigasi juga, karena deforestasinya cukup tinggi. Jangan sampai kita mengulang cerita seperti di Sumatera, diklaim aman, tahu-tahu bencana besar terjadi,” ujar Glorio dalam kegiatan kehutanan di Pontianak, Rabu (29/1/2025)

Glorio mengapresiasi Kalimantan Barat yang menjadi salah satu provinsi di Kalimantan penerima dukungan pendanaan REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation).

Namun ia mengingatkan, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada substansi kebijakan dan keberpihakan pemerintah daerah.

Ia menekankan, ada tiga isu utama yang wajib dipastikan berjalan seiring. Pertama, pengakuan dan perlindungan hak masyarakat adat dan komunitas lokal. Kedua, pengelolaan hutan yang adil dan berkelanjutan. Ketiga, dampak nyata terhadap penurunan deforestasi dan pengurangan emisi.

“Yang paling penting, program ini harus memastikan pengakuan dan perlindungan masyarakat adat dan komunitas lokal. Jangan sampai justru menjadi alat kriminalisasi terhadap mereka,” tegasnya.

Menurut Sanen, pemenuhan hak atas wilayah adat harus menjadi prasyarat sebelum program lingkungan dijalankan. Jika tidak, justru berpotensi memicu konflik baru di tengah masyarakat.

“Pastikan hak-haknya dulu. Jangan sampai program ini memunculkan sengketa baru antara masyarakat adat dengan pemangku kepentingan lain,” katanya.

Ia mengutip prinsip gerakan masyarakat adat: tanpa hak, tidak akan ada pengurangan emisi, deforestasi, maupun degradasi hutan.

Oleh karena itu, program lingkungan harus berjalan seiring dengan penguatan hak tenurial.

Selain aspek ekologis, Sanen menilai program kehutanan juga harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat. Salah satu caranya melalui pengembangan dan pengolahan hasil hutan non-kayu.

“Hutan tetap lestari, tapi ekonomi rakyat juga harus tumbuh. Skema-skema seperti ini yang harus dibangun,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan kebijakan konkret dari pemerintah provinsi hingga kabupaten da kota. Tanpa sinergi kebijakan, dana besar yang digelontorkan berisiko menjadi sia-sia.

“Jangan dipandang sebagai proyek semata. Ini harus memicu pengakuan wilayah adat sekaligus mendorong ekonomi masyarakat,” kata Sanen.

Disamping itu, dia turut mengkritisi paradoks kebijakan daerah yang di satu sisi berbicara krisis ekologis, namun di sisi lain masih memberi ruang bagi izin industri ekstraktif dan perkebunan.

“Ini jadi paradoks. Kita bicara krisis ekologis, tapi kebijakan kepala daerah tidak berpihak. Pengakuan terhadap masyarakat adat juga masih sangat lemah,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan program lingkungan sangat ditentukan oleh political will kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati hingga wali kota.

“Jangan hanya mendukung secara seremoni, tapi kebijakan tidak konkret. Itu justru bertentangan dengan semangat yang diluncurkan hari ini,” pungkasnya.

Tags: Hutan di Kalbar Lingkungan Masyarakat Adat Perubahan Iklim

Continue Reading

Previous: Tak Diberi Pinjam Uang, Juru Parkir di Pontianak Bacok Rekannya Pakai Celurit
Next: Yamaha Fazzio Hybrid Hadir dengan Warna Baru 2026, Skutik Classy Andalan Gen Z yang Ekspresif

Related Stories

67d88fdc-ed27-4035-af22-13c535396509
  • Lokal
  • News

Sekda Harisson Gaungkan Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah, Sebut Dukungan Keluarga Kunci Pendidikan

Editor PI 13/07/2026
30c012aa-4043-4018-be1a-61128a3bf6e8
  • Lokal
  • News

Gubernur Ria Norsan Minta Karang Taruna Kalbar Mandiri, Jangan Bergantung pada Pemerintah

Editor PI 13/07/2026
96ff315d-13eb-4e61-9ee1-00257aabd283
  • Lokal
  • News

Kriya Kalbar Diminati Hingga Mancanegara, Ketua Dekranasda Dorong Penjualan Lewat Marketplace

Editor PI 13/07/2026

Berita Terbaru

  • Sekda Harisson Gaungkan Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah, Sebut Dukungan Keluarga Kunci Pendidikan 13/07/2026
  • Gubernur Ria Norsan Minta Karang Taruna Kalbar Mandiri, Jangan Bergantung pada Pemerintah 13/07/2026
  • Kriya Kalbar Diminati Hingga Mancanegara, Ketua Dekranasda Dorong Penjualan Lewat Marketplace 13/07/2026
  • Pemadaman Bergilir Dihentikan, PLN Pastikan Listrik di Kalbar Kembali Normal 13/07/2026
  • Laga Final Soeratin U-15 Kalbar Berujung Ricuh, Keributan Meluas hingga Luar Stadion 13/07/2026
  • Wako Edi Kamtono: Kehadiran Ayah di Hari Pertama Sekolah Bentuk Dukungan untuk Anak 13/07/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

67d88fdc-ed27-4035-af22-13c535396509
  • Lokal
  • News

Sekda Harisson Gaungkan Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah, Sebut Dukungan Keluarga Kunci Pendidikan

Editor PI 13/07/2026
30c012aa-4043-4018-be1a-61128a3bf6e8
  • Lokal
  • News

Gubernur Ria Norsan Minta Karang Taruna Kalbar Mandiri, Jangan Bergantung pada Pemerintah

Editor PI 13/07/2026
96ff315d-13eb-4e61-9ee1-00257aabd283
  • Lokal
  • News

Kriya Kalbar Diminati Hingga Mancanegara, Ketua Dekranasda Dorong Penjualan Lewat Marketplace

Editor PI 13/07/2026
IMG_9754
  • Lokal
  • News

Pemadaman Bergilir Dihentikan, PLN Pastikan Listrik di Kalbar Kembali Normal

Editor PI 13/07/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.