Screenshot
PONTIANAK INFORMASI – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengklaim angka pengangguran di Kalbar mengalami penurunan berdasarkan data statistik, meskipun investasi yang masuk ke daerah tersebut belum sepenuhnya berdampak pada penyerapan tenaga kerja.
Menurut Norsan, masuknya berbagai investasi ke Kalbar saat ini masih berada pada tahap awal pengerjaan, sehingga belum banyak membuka lapangan pekerjaan.
“Investasi memang banyak masuk ke Kalimantan Barat. Cuma mereka belum selesai untuk melaksanakan kegiatannya. Ada yang baru tahap clearing dan penyiapan lahan,” ujarnya, Jumat (1/5/26)
Ia menjelaskan, sejumlah proyek besar seperti di kawasan Pelabuhan Kijing serta beberapa industri lainnya masih dalam proses pembangunan. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan tersebut belum melakukan perekrutan tenaga kerja secara besar-besaran.
“Nanti kalau sudah selesai, mungkin baru menerima tenaga kerja,” tambahnya.
Meski begitu, Norsan menegaskan bahwa berdasarkan data yang ada, tingkat pengangguran di Kalbar tetap menunjukkan tren penurunan.
Terkait pemenuhan hak pekerja, ia menekankan pentingnya hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan pengusaha. Menurutnya, keseimbangan antara hak dan kewajiban kedua belah pihak menjadi kunci.
“Pekerja harus menjalankan kewajibannya sesuai jam dan waktu yang ditentukan. Sementara pengusaha berkewajiban memberikan gaji dan jaminan kesejahteraan bagi para pekerja,” jelasnya. (Lid)
